Akibat Aktivitas Galian C, Oprit Jembatan Silayakh Amblas, GMNI Aceh Tenggara Minta Bupati Kaji Ulang Izin

author
Almujawadin

24 May 2025 11:41 WIB

Akibat Aktivitas Galian C, Oprit Jembatan Silayakh Amblas, GMNI Aceh Tenggara Minta Bupati Kaji Ulang Izin
Aktivis GMNI Aceh Tenggara Andrian. INFORakyat.co/AI
"Kita menilai dua izin Galian C yang berada di atas jembatan Silayakh, di desa Pedesi menghubungi kecamatan Lawe Alas tersebut berdampak negatif baik secara ekowisata maupun habitat hewan air lainnya" tegas Adrian.
KUTACANE, INFORakyat.co - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tenggara meminta agar pemerintah daerah setempat melakukan kajian ulang dan menata sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW).

Hal ini di sampaikan Adrian selaku aktivis GMNI Aceh Tenggara, kepada INFORakyat, Sabtu (24/5/2025)

Ia menyampaikan keberadaan Galian C berupa tambang batu yang ada di belantara sungai Alas kerap menjadi sumber permasalahan baik secara lingkungan maupun, habitat hewan air lainnya.

"Kita menilai dua izin Galian C yang berada di atas jembatan Silayakh, di desa Pedesi menghubungi kecamatan Lawe Alas tersebut berdampak negatif baik secara ekowisata maupun habitat hewan air lainnya" tegas Adrian.
Menurutnya, pemerintah harus melakukan kajian khusus terhadap keberadaan tambang Galian C berupa matrial batu ini.

"Keberadaan tambang ini banyak infrastruktur yang rusak akibat aktivitas pembawaan matrial ini, seperti jalan dan jembatan," kata Adrian.

Akibatnya, kata Adrian, oprit jembatan Silayakh kini terjadi amblas sehingga daerah mengalami kerugian hingga Miliyaran Rupiah, bahkan jalan yang di lalui kendaraan yang membawa matrial batu kini sudah banyak berlubang.

"Jembatan Silayakh yang menjadi ikon di Aceh Tenggara, kini mengalami amblas pada oprit, serta terdapat jalan yang di lalui kendaraan bermuatan rusak dan berlubang, hingga daerah mengalami kerugian mencapai milyaran rupiah," pungkasnya.

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : News