“Dari beberapa peristiwa laka lantas tragis mobil tercebur ke sungai, korban sangat sulit ditemukan. Paling cepat ditemukan dua sampai sepekan. Rata-rata dalam kondisi meninggal dunia,” kata Hardy.
SUBULUSSALAM, INFORakyat.co – Peritiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal yang mengancam maut kembali terjadi di jalan lintasan Aceh - Sumatera Utara, sebuah mobil bersama penumpang tercebur sungai (lae) Kombih di kawasan perbatasan Kota Subulussalam Provinsi Aceh dengan Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Rabu.
Disebut-sebuat, laka lantas diduga kerap terjadi akibat ruas jalan sempit dan tidak dibuat pengamanan tebing sungai oleh pemerintah sebagai upaya mengantisipasi resiko kecelakaan.
Terbaru, satu unit mobil avanza membawa tiga penumpang tiga mengalami laka lantas yang tragis, sekira pukul 15.00 WIB, Rabu, 23 April 2025 kemarin. Korban ada yang belum ditemukan.
Upaya pencarian dilakukan pihak kepolisian, Basarnas, BNPB/BPBD, Team Rafting Subulussalam dan sejumlah pihak sejak, Kamis (24/04/2025). Pencarian baru membuahkan hasil pada hari keempat, Minggu, 27 April 2025.
Informasi dihimpun, korban Herry Purnomo, 53 tahun ditemukan meninggal dunia dan mengapung terbawa arus air sungai Kombih pada hari keempat pencarian, dua korban lainnya masih dalam pencarian.
"Dari beberapa peristiwa tragis mobil tercebur ke sungai, korban sangat sulit ditemukan. Paling cepat ditemukan dua, tiga hari dan sampai sepekan. Rata-rata korban ditemukan tidak bernyawa dan dalam kondisi mengapung," ujar penduduk setempat Haldy kepada INFORakyat.co, Selasa (29/4/2025).
Menurut sumber, laka lantas tragis yang menimpa pengguna jalan sudah terjadi berulang kali, namun belum ada upaya pemerintah melakukan penanganan dengan melakukan pelebaran jalan dan membuat tebing pengaman di areal sering terjadi maut.
"Saya pikir, peristiwa kecelakaan yang menelan korban jiwa ini bukan lagi sekedar isu lokal, tetapi melebar ke seluruh penjuru dalam skala nasional. Apa lagi sering diberitakan awak media. Kondisinya menakutkan dan penuh misteri," papar Hardy.
Gaung keangkeran di jalan nasional lintas Aceh - Sumatera Utara, tepatnya di daerah Kota Subulussalam, Aceh dan Pakpak Bharat, Provinsi Sumut sudah menjadi momok menakutkan dan menghantui para sopir atau pengendara yang melintas kawasan tersebut, terlebih pada musim hujan.
"Haruskah pemerintah menunggu jatuh korban lagi?. Sudah sepantasnya pemerintah melakukan pelebaran jalan dan memasang atau membangun tebing pengamanan untuk menghindari korban yang lebih banyak," imbuhnya.
Salah seorang pengguna jalan mengatakan, sudah seperti parah, masak belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk melakukan upaya perbaikan infrastruktur pengaman jalan.
"Kami meminta pemerintah proaktif melakukan pelebaran jalan dan membuat tebing atau batas pengaman untuk mengurangi resiko terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Jika biarkan berlarut-larut, tidak tertutup kemungkinan akan ada lagi mobil (kendaraan) yang nyemplung ke sungai (jurang) hingga tenggelam. Mohon pemerintah bertindak," himbau sumber yang enggan namanya dipublikasi, Senin kemarin (28/4/2025).
Sebagaimana diketahui, salah seorang korban Herry Purnomo, 53 tahun, warga Dusun V Gang Hidayat, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang ditemukan mengapung terbawa arus sungai Kombih, kemudian jasadnya dievakuasi ke RSUD setempat.
Kronologis peristiwa tragis, Rabu, 23 April 2025 sore, mobil avanza warna haram Nomor Polisi D 1217 SHJ pemandu mobil ambulance BL 9001 SW berasal dari Simeulue, Provinsi Aceh membawa jenazah almarhum Kiagus Haryanto, 45 warga Kecamatan Jambi Selatan, Jambi menuju tercebur ke jurang berkedalaman puluhan meter dengan arus sungai yang cukup deras.
Tiga penumpang, Kiki Permadi (51), penduduk Jalan Enggang, Desa Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Herry Purnomo (53), warga Dusun V Gang Hidayat Desa Buntu Bedimbar Tanjung Morawa Deli Serdang, Sumatera Utara dan Zuato Balkiah (37) warga Jalan RD Wijaya Komp Guru Kebun Kopi nomor 37 Desa TheHok Kecamatan Jambi Selatan, Provinsi Jambi menjadi korban.
Hingga hari ke lima kejadian naas, Senin (28/4/2025), terkonfirmasi belum ditemukan dua korban lagi yaitu, Kiki Permadi dan Zuato Balkiah.
Perwira Pengendali (Pedal) Pencarian Korban Kecelakaan AKP Abdul Malik, SH yang dikonfirmasi melalui pesan WA, menyebutkan dua korban lagi belum ditemukan.
"Dua korban yang masih hilang akibat kecelakaan belum ditemukan, tetapi upaya pencarian terus dilakukan oleh Team Rafting Subulussalam," jelas Kapolsek Penanggalan AKP Abdul Malik via pesan singkatnya.
Sebelumnya, Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf mengatakan, upaya pencarian dilaksanakan selama tujuh hari pasca kejadian, menelusuri aliran sungai dari titik awal kejadian.
"Kita upayakan pencarian dikerahkan selama tujuh hari sejak peristiwa laka lantas terjadi," imbuh Muhammad Yusuf kepada media saat meninjau lokasi sekaligus terjun melakukan proses pencarian, Kamis (24/4/2025). ||





