Hal itu sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kasus-kasus pelanggaran moral yang belakangan terjadi di Gayo Lues.
GAYO LUES, INFORakyat.co - Anggota DPRK Gayo Lues Ilyas, meminta pemerintah daerah bersama lembaga terkait segera mencari solusi konkret untuk mencegah terulangnya kasus pelecehan seksual terhadap anak di daerah tersebut.
Hal itu sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kasus-kasus pelanggaran moral yang belakangan terjadi di Gayo Lues.
Ia menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar persoalan hukum, tapi darurat sosial yang harus ditangani secara serius.
"Sudah banyak kasus yang terjadi, namun pencegahannya belum maksimal. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, DPR, dan lembaga-lembaga keagamaan seperti Dinas Syariat Islam, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, MPU, hingga MAA yang tidak kalah pentingnya peran orang tua didalam keluarga," ujar Ilyas, Minggu (1/6/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa Aceh adalah wilayah yang menerapkan syariat Islam, dan Gayo Lues dikenal sebagai "Negeri Seribu Hafiz".
Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi benteng moral yang kuat, namun realitas di lapangan menunjukkan masih lemahnya pengawasan dan pencegahan terhadap tindak pelecehan seksual, khususnya terhadap anak.
"Kita khawatir kalau ini dibiarkan, kasus seperti pagar makan tanaman - di mana pelaku justru orang terdekat - akan terus terulang," ujarnya dengan nada prihatin.
Ilyas mengusulkan agar pemerintah daerah, DPRK, dan seluruh lembaga yang berwenang segera duduk bersama mencari akar masalah dan merumuskan solusi yang efektif.
"Hasil dari pertemuan tersebut, menurutnya, perlu segera disosialisasikan ke masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini," ungkapnya.
Selain itu, Ilyas menyoroti pentingnya nilai-nilai adat Gayo dalam mendidik dan melindungi anak-anak perempuan.
"Dulu, anak-anak perempuan diajarkan menjaga privasi dengan tidak berkomunikasi langsung bila tidak penting sekali dengan laki-laki, termasuk ayah, paman, dan abang. Mereka dipisahkan tidurnya sejak mulai beranjak dewasa. Ini bentuk proteksi budaya yang perlu dihidupkan kembali," jelas Ilyas.
Menurutnya, pelajaran dari kearifan lokal Gayo dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat moralitas generasi muda dan melindungi mereka dari tindakan tidak senonoh.
"Kita tidak boleh menunggu kasus berikutnya baru bereaksi. Ini darurat. Harus segera ditangani bersama," pungkasnya.




