Begini Kondisi Saksi Hidup Korban Pembacokan di Aceh Tenggara

author
Almujawadin

19 Jun 2025 19:36 WIB

Begini Kondisi Saksi Hidup Korban Pembacokan di Aceh Tenggara
Kondisi saksi hidup yang merupakan korban aksi pembacokan saat dirawat di RSUD Sahudin, Kutacane. INFORakyat.co, Kamis (19/6/2025) Al
Dia adalah Matia saksi hidup yang mengalami luka bacok pada bagian kepala yang saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sahudin, Kutacane, Kamis (19/6/2025).

KUTACANE, INFORakyat.co - Peristiwa pembacokan yang menggemparkan di Aceh Tenggara pada Senin (16/6/2025) lalu menghabiskan lima nyawa tak berdosa, serta satu orang korban harus mendapat perawatan serius.

Dia adalah Matia saksi hidup yang mengalami luka bacok pada bagian kepala yang saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sahudin, Kutacane, Kamis (19/6/2025).

Matia, merupakan satu-satunya korban yang sempat di selamatkan.

Wanita paru baya yang memiliki tiga anak itu merupakan tetangga dari ke lima korban yang meninggal dunia akibat dari aksi brutal pembantaian di lakukan oleh Andrian Syaputra.

Saat aksi pembantaian berlangsung Matia berada di dalam rumahnya, mendengar permintaan tolong dari tiga gadis mungil yang menjadi sasaran ganasnya mata pisau yang di pegang Ardian.

Sontak saja ketika itu menyaksikan ketiganya sudah bersimbah darah dirumah.

"Saat itu saya menutup pintu rumah dengan rasa takut, pelaku mendobrak pintu dan langsung membacok kepala saya hingga tumbang," ungkapnya.

Kini kondisi Matia sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan dari pihak Rumah Sakit.

Sementara itu, Suami saksi hidup, Kamesdi saat di temui INFORakyat.co di Rumah Sakit Umum Daerah Sahudin Kutacane, Kamis (19/6/2025) mengatakan saat kejadian dirinya berada di kebunnya yang berada di pegunungan Kompas.

Saat itu, kata Kamesdi, Ia mendengar informasi istrinya mengalami luka bacok dan di larikan ke RSUD.

"Saya merasa sangat syok seakan tak percaya," katanya.

Sejauh ini, jelas Kamesdi, kondisi istrinya sudah mulai membaik, namun ia mengaku merasa kesulitan dalam pembiayaan perawatan hingga pemulihan.

Ia berharap ada uluran tangan dari dermawan dan pemerintah setempat.

"Kini kami kesulitan dalam pembiayaan pak, karna biaya perawatan dan pemulihan terhadap istri saya tak tau ke mana mengadu, berharap ada dermawan atau pemerintah daerah yang membantu" ungkap Kamesdi penuh harap.

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : News, Hukum, Daerah, Peristiwa