“Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat, pembangunan rumah sakit regional diharapkan dituntaskan tahun 2027 mendatang, sehingga dapat difungsikan tahun 2028,” kata Tarmizi, SP, MP.
MEULABOH, INFORakyat.co - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan pembangunan Rumah Sakit Regional Cut Nyak Dhien Meulaboh dipercepat dan pekerjaannya dilanjutkan dengan menggelontor dana sebesar Rp 48 miliar.
Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MP memastikan pembangunan Rumah Sakit Regional Cut Nyak Dhien di Gampong (desa) Seuneubok dan Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan Meulaboh dilanjutkan pada tahun ini dengan alokasi anggaran Rp 48 miliar.
"Pembangunan rumah sakit regional tersebut diharapkan dapat dituntaskan tahun 2027 mendatang, sehingga pada tahun 2028 sudah dapat difungsikan untuk melayani kesehatan masyarakat," ujar Tarmizi sebagaimana diberitakan ANTARA, Rabu (14/5/2025).
Sambung Tarmizi, "pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh kembali dilanjutkan, karena telah dialokasikan anggaran di APBA 2025".
Menurut taksiran Bupati Aceh Barat, pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh membutuhkan anggaran sebesar Rp 800 miliar, dan selama ini telah dialokasikan Rp300 miliar lebih.
"Alhamdulillah, dengan bertambahnya alokasi anggaran sebesar Rp48 miliar dari APBA tahun 2025, maka diharapkan pembangunan rumah sakit tersebut dapat segera tuntas dan dimanfaatkan masyarakat," paparnya.
Upaya menuntaskan pembangunan rumah sakit Regional di Aceh Barat, kata Tarmizi, dirinya telah berkoordinasi bersama Gubernur Aceh H Muzakir Manaf dan Ketua DPRA Zulfadhli beberapa waktu lalu.
"Kita membicarakan secara detail penyelesaian pembangunan rumah sakit di Aceh Barat. InsyaAllah mendapat sambutan yang menggembirakan," imbuhnya lagi.
Tarmizi membeberkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta kepada Pemerintah Aceh agar dapat mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 miliar pada tahun 2026 dengan skema tahun jamak atau multiyears.
Apabila usulan skema pembangunan tahun jamak tersebut disetujui, kata Tarmizi, maka pada tahun 2027 atau 2028, rumah sakit ini akan dapat difungsikan untuk melayani kesehatan masyarakat, diantaranya pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Poli Rawat Jalan.
"Kita berharap setelah rumah sakit regional ini berfungsi, maka bisa diusulkan anggarannya di APBN untuk menyempurnakan penyelesaian bangunan, dan penyediaan alat kesehatan yang dibutuhkan layaknya rumah sakit lainnya di kota-kota besar," tutup Tarmizi. ||
Sumber; ANTARA.













