"Sejak dibangun sekitar tahun 1990 an jembatan gantung Gampong Panton Luas Kecamatan Sawang belum pernah direhab atau diperbaiki, kondisinya rusak parah, rapuh dan mulai telan korban”
TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Ditengah-tengah deru perjuangan pemerintah menuju daerah maju dan produktif, salah satu jembatan gantung di Gampong (desa) Panton Luas Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh didapati mengalami rusak parah, rapuh, berkaratan dan mulai telan korban.
Informasi dihimpun, jembatan gantung sebagai sarana penghubung penyeberangan masyarakat di gampong Panton Luas mengalami kerusakan sejak beberapa tahun lalu. Namun, sampai tahun 2025 belum ada tanda-tanda penanganan dan perbaikan dari pemerintah.
"Besi jembatan mulai digerogoti karatan, papan rapuh dan rusak akibat dimakan usia, anak-anak sekolah yang melintas harus ekstra hati-hati karena papan dasar bayak patah dan berlobang. Kemarin ada yang jatuh dan mengalami luka-luka," ujar Nasruddin Bahar kepada INFORakyat.co mengaku mendapat laporan warga, Minggu (13/4/2025).

Kondisi ini, sebut Nasruddin Bahar, hendaknya jangan dibiarkan berlarut-larut karena dikhawatirkan akan ambruk tiba-tiba serta menelan korban jiwa, apalagi kondisi jembatan sudah sejak lama rusak.
"Kami mohon Wakil Rakyat (anggota Dewan) Daerah Pemilihan Meukek-Sawang turun ke lokasi untuk melihat dan melakukan peninjauan terhadap penderitaan rakyat. Ini fakta yang terjadi. Begitu juga kepemimpinan MANIS segera turun tangan untuk melakukan perbaikan jembatan melalui Dinas PUPR sebelum jatuh korban jiwa. Tunjukan niat membangun Aceh Selatan lebih maju dan produktif jangan sampai jalan ditempat seperti sebelumnya," imbau Nasruddin Bahar.

Keuchik (Kepala desa) Panton Luas Syamsuir yang dikonfirmasi membenarkan kondisi jembatan rusak parah, rapuh dan berkarat serta belum pernah dilakukan rehab atau perbaikan selama dibangun.
"Kalau tidak salah, jembatan itu dibangun sekitar tahun 1993 lalu atau sudah berusia lebih kurang selama 32 tahun. Kondisinya benar-benar memprihatinkan. Kemarin mulai ada anak-anak terjatuh hingga terluka," jawab Syamsuir melalui pesan WhatsApp (WA). ||




