“Selama lebih kurang tiga bulan, air sungai yang biasanya jernih kini berubah warna menjadi kuning kecoklatan, kondisi itu bukan karena faktor hujan atau banjir,” kata Bakri Afni.
TAPAKTUAN, INFORakyat.co - Masyarakat Gampong (Desa) Malaka Menggamat Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh mengeluhkan kondisi air sungai menggamat berubah warna, keruh kekuning-kuningan sejak tiga bulan terakhir.
Biasanya, sejak turun temurun aliran air sungai di Gampong Malaka mengalir jernih, namun selama tiga bulan berubah warna menjadi kuning kecoklatan dan keruh hulu hingga hilir.
"Kami sudah menderita selama tiga bulan, air sungai menggamat yang biasanya jernih kini berubah warna menjadi kuning kecoklatan, kondisi itu terjadi bukan akibat dipengaruhi faktor alam seperti hujan atau banjir," ujar salah masyarakat Kluet Tengah, Bakri Afni, Rabu (19/3/2025).
Perubahan warna air sungai Menggamat diduga akibat adanya aktivitas pertambangan dan disinyalir ada pembuangan limbah ke sungai.
"Jika bukan akibat akivitas tambang, tidak mungkin air sungai berubah warna. Dan kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya," imbuh Bakri Afni.
Baca Juga:
Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Tri Wibowo di Bekasi, 3 Kali Gagal Beraksi, ke 4 Berhasil
Menurut sumber, aktivitas perusahaan tambang di hulu sungai Menggamat ytidak memiliki waduk pengendapan limbah untuk menghindari pencemaran lingkungan.
Mewakili masyarakat, Bakri meminta agar Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera menindaklanjuti hal itu seraya mencari sumber sebagai penyebab air sungai terjadi pencemaran.
Menanggapi keresahan masyarakat Kluet Tengah, Kepala Komite Tehnik Tambang (KTT) PT. KSU Tiega Manggis Tubagus Imamudin membantah hal tersebut, itu sama sekali tidak berhubungan dengan aktivitas penambangan yang digeluti.
Baca Juga:
80 Santri Pesantren Mishbahu Khairil Sawang, Tampil Memukau di Ajang Musabaqah Qira’atul Kutub 2025
Penggunaan dan pemanfaatan air tambang oleh KSU Tiega Manggis bukan langsung dibuang ke dalam sungai, tetapi dimanfaatkan kembali untuk proses washing (pencucian) biji besi dengan sistem sirkulasi, terang Tubagus Imamudin dikutip INFORakyat.co dari laman Larasnews.com.
"Aliran air dari penambangan mengalir ke sungai Manggamat dalam kondisi bersih dan tidak kotor, hanya pada saat hujan saja airnya menjadi keruh dan berubah warna. Jadi bukan dampak dari tambang melainkan pengaruh hujan lebat," tegas Tubagus.
Baca Juga:
Korban Terdampak Bencana di Desa Badak Gayo Lues, 51 Hari Aliran Air Bersih Kering Kerontang
Pembuktian lain, tutur Tubagus Imamudin, dapat dilihat dengan jelas pertemuan antara aliran sungai yang berhulu ke KSU Tiega Manggis lebih bening dibandingkan dengan air di perairan Lawe Manggamat.
"Ini menunjukkan sumber kotornya air bukan dari kami, silahkan dikroscek di Gampong Simpang Lhee, tepatnya di area lokasi tambang Eks PT. BMU/MMU, terlebih lagi saat ini kami tidak dalam keadaan produksi," tutup Kepala KTT KSU Tiega Manggis. ||





