PERAN DUKUN melekat dengan kesaktian ilmu gaib (kebatinan) supranatural, mantera atau jampi-jampi untuk mengobati dan membantu orang sakit atau bentuk lain sebagai aksi pertolongan. Modus itu telah beroperasi sejak dahulu kala hingga saat ini (era kemajuan teknologi).
Ada beberapa kategori dukun secara spesifik (keahlian), diantaranya dukun ahli pengobatan, paranormal (orang pintar), dukun patah, guna-guna, dukun asmara, penyihir. Kekinian, di abad modernisasi ada yang tidak segan-segan menamai dukun politik atau dukun spektakuler.
Kali ini kita bahas saja "Dukun Politik" yang nota benenya tidak berpengaruh dengan ilmu- ilmu gaib dan kebatinan, tetapi cenderung memanfaatkan strategis, siasat, propaganda dan komentar (statement) memperagakan sarana komat kamit untuk memuluskan tujuan demi memetik keuntungan.
"Diprediksi, dukun politik kerap beralih keberpihakan, layaknya "Bonglon" berubah warna agar ia bisa masuk ke line yang diinginkan. Tidak jarang, kalau pada awalnya jadi lawan, kemudian berusaha menjadi kawan dengan taktik pesugihan dan sesajen," ujar salah seorang pengamat politik di Aceh Selatan.
Fakta tersebut, tutur sumber yang namanya diminta tidak ditulis, dapat dipelajari dan diamati pasca Pilkada 2024, dimana dulunya menjadi serdadu penyerang bahkan dengan mengangkat bendera sebagai speaker, kini tampil sebagai pembela. Alih-alih mencari perhatian dan berdansa di panggung kesiangan.
"Itu bagian dari permainan dan identik drama ala Abu Nawas. Pesugihan dan sesajen menjadi alat untuk bisa masuk ke sektor sistem baru, tujuannya untuk menabur benih-benih simpati demi mengguk secuil harapan dan berusaha menutupi figurnya yang kemarin bertolak belakang," disebut sumber yang juga tokoh masyarakat di bumi Teuku Cut Ali.
Informasi diperoleh dan catatan Redaksi INFORakyat.co, lelucon seperti itu tidak perlu diherankan apa lagi diperdebatkan, di era zaman now, mencari muka dan angkat telur semua bisa dilakukan untuk mencari sensasi dan peluang. Konsepnya tergantung rekam jejak digital dan catatan pihak-pihak berkompeten.
Cara-cara seperti itu termasuk keterampilan dan siasat dalam berdemokrasi, mengemukakan pendapat, berekspresi dan berapresiasi sebagai hak kebebasan warga negara. Dukun politik ikut melakoni dan terseret mewarnai keindahan, kebersamaan, kedamaian dalam mensukseskan instrumen perpolitikan.
Dukun sesungguhnya adalah profesi yang berjasa dalam menyelamatkan kepentingan umat manusia dalam berbagai sektor. Ilmu putih atau hitam tergantung pemanfaatan dan tujuan hakiki.
Semua berpijak pada Kekuatan dan Kehendak Allah, berusaha adalah bagian dari upaya. Dukun politik memiliki guratan dan strategi tersendiri. Terlepas isi hati yang sulit dibaca dengan mata batin. Semoga Aceh Selatan maju dan berkembang. Bisa jadi dukun politik berperan sebagai wahana mengemukakan pendapat untuk menggali dan mengkaji arah yang lebih baik. ||





