“Di tengah hiruk pikuknya efisien dan transparansi, beredar informasi oknum eskondel meminta uang kepada pejabat dan kepala sekolah di Aceh Selatan, operandi itu jangan biarkan berkembang biak dan kecanduan ,” kata Teuku Sukandi.
TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Koordinator For-PAS sekaligus pemerhatian kebijakan pemerintah, Teuku Sukandi mengaku mencium aroma tidak sehat yang dilakoni segelintir oknum dengan dalih konfirmasi dan meminta data penggunaan, pengelolaan anggaran kepada pejabat serta kepala sekolah.
"Saya mendapat informasi dari sejumlah pejabat tentang aksi oknum eskondel yang identik preman bergerilya ke sejumlah pejabat dengan dalih konfirmasi dan meminta data pengelolaan anggaran di Organisasi Pemerintah daerah (OPD). Ujung-ujungnya minta sedekah alias esmenenten dengan ancaman verbal, bila tidak diindahkan maka akan dipublikasi ke media massa, itu bentuk pemerasan," ujar Teuku Sukandi kepada INFORakyat, Rabu (7/5/2025).
Disebutkan Teuku Sukandi, tingkah polah dan gaya yang diperagakan bak penyidik dan terkesan kemlinthi (akulah), menakut-nakuti calon korban berujung mendapat cuan secara instan dan tekanan.
Baca Juga:
Siswa MAN 4 Aceh Selatan diasah dan Sosialisasi Dasar Menulis, Literasi Media dan Pemahaman Hoaks
"Iya, saya sudah mendapat laporan tentang kronologi tersebut, bahkan sudah menyebar ke ruang publik, iya mungkin sudah ada korban. Anehnya, oknum Eskonder itu memasang muka tembok dan tidak tau malu," imbuh Sukardi tanpa membongkar siapa sosok dimaksud.
Praktik yang dilakoni, sambung Teuku Sukandi, sudah sangat meresahkan masyarakat, pejabat dan kepala sekolah, padahal cara-cara seperti itu dilarang oleh agama dan bertentangan dengan aturan pemerintah.
Dari beberapa peristiwa, ada pejabat yang mengaku merekam dengan video visual atas perilaku dan percakapan oknum tersebut serta diketahui secara jelas orangnya, termasuk screenshot WhatsApp (WA).
"Kalau sekiranya, meminta bantuan ala kadar barangkali masih bisa ditolerir, dalam konteks pertemanan, tetapi jika nominalnya sudah jutaan atau puluhan juta serta diduga dibawah ancaman tentu saja melewati batas dan mengarah pemerasan," papar Teuku Sukandi.
Didasari pengakuan sejumlah sumber, For-PAS menghimbau kepada Kepala SKPK, pejabat dan kepala sekolah untuk tidak takut menghadapi oknum eskondel dengan cara-cara tidak beretika, atur strategi dan laporkan ke pihak yang berwajib. Kondisi itu jangan didiamkan karena dikhawatirkan akan jatuh korban lebih banyak.
"Rekam semua percakapan, ciptakan ada saksi dan bukti autentik, lalu laporkan kepada pihak berwajib, saya For-PAS siap mengawal jika terindikasi pemerasan dan intimidasi dengan dalih apapun. Jangan sampai jatuh korban lebih banyak, laporkan ke polisi supaya dia taubat," tegasnya.
Sekarang jaman canggih, dan sudah banyak yang tertangkap tangan. "Obatnya, visualkan saja untuk menjadi bukti disertai saksi, apalagi jumlah transaksi melalui ditransfer, pasti oknum eskonder dimaksud bisa dibuat mati kutu dan mendapat efek jera.
"Sekali lagi, saya bersama teman-teman siap memback-up, apabila ada korban pemerasan dan diintimidasi. Jangan biarkan tingkah mereka menjadi-jadi, apalagi publik sangat memahami drama yang dimainkan. Para pejabat dan kepala sekolah harus menunjukan perlawanan untuk menciptakan kenyamanan," tutup Teuku Sukandi.
Terkait komentar For-PAS, INFORakyat masih meraba-raba oknum yang mana dimaksud eskonder, jangan-jangan pasukan "bodrek" atau maling teriak maling. Hingga berita ini dipublikasi, belum terkonfirmasi secara jelas. Meskipun informasinya sudah merebak luas, namun belum diketahui siapa calon korban dan siapa gerangan sosok eskondel dimaksud. ||













