Harga Emas London dan Emas Murni per hari ini di Abdya dan Aceh Selatan Masih Mentereng

author
Redaksi

06 Jul 2025 17:53 WIB

Harga Emas London dan Emas Murni per hari ini di Abdya dan Aceh Selatan Masih Mentereng
Salah toko perhiasan emas yang mangkal di jalan Merdeka Tapaktuan, Aceh Selatan. Foto: Dokumen INFORakyat
“Segini harga transaksi jual beli emas London dan emas murni di barat Selatan Aceh hari ini masih mentereng, daya beli masyarakat melemah”

TAPAKTUAN, INFORakyat.co - Harga emas London (97 %) lebih mudah dibandingkan emas murni (99,9 %), namun harganya masih mentereng per hari ini di pusat perbelanjaan toko perhiasan yang dipantau di dua lokasi, Minggu, 6 Juli 2025.

"Hari hari Rp 5.480.000 per mayam, kami hanya menjual emas London kadar 97 persen pak," kata pedagang emas saat diwawancarai INFORakyat di pasar Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Menurut karyawan toko perhiasan emas tersebut, harga hari ini (Minggu, 6/7/2025) sedikit turun dari harga sebelumnya yang sempat memuncak di harga Rp 5.800.000 per mayam.

"Ini sudah turun sedikit pak, kalau sebelumnya emas London nyaris tembus di posisi Rp 6 juta per mayam," imbuhnya mengaku pernah bekerja di toko emas Berkah Setia, Meuligo kecamatan Sawang, Aceh Selatan.

Terpisah, tim https://inforakyat juga menyambangi toko perhiasan emas di jalan merdeka Tapaktuan, Aceh Selatan, kata karyawan di sana, harga emas murni (99,9 %) bertengger Rp 5.750.000 per mayam atau berkutat kurang lebih sebesar Rp 1.743.000 per gram.

"Hari ini harga emas murni kita jual Rp 5.750.000 per mayam. Biasalah, naik turun harga sesuai harga pembelian dari Sumatera Utara," papar pemilik toko.

Menurut sumber, harga emas murni di Aceh Selatan sekitar dua bulan lalu sempat melonjak dan meloncat di atas Rp 6 juta lebih per mayam.

"Harga pasaran emas tidak bisa dipastikan naik atau turun, komposisinya tergantung harga modal bang," tutup sumber mengaku transaksi jual beli emas di Tapaktuan dalam situasi melemah akibat dampak ekonomi masyarakat yang merosot. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Ekonomi