"Harga minyak komoditi unggulan berupa minyak dan biji Pala kembali terpuruk di Kabupaten Aceh Selatan, petani kian tersudut," kata Safrijal Hasan.
TAPAKTUAN, INFORakyat.co - Harga hasil tani unggulan berupa minyak dan biji Pala semangkin rapuh di Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh, sementara biji pinang kering turun tipis dari harga sebelumnya, beda halnya dengan minyak Nilam (atsiri).
Pada bulan April 2025 Harga pala sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Aceh Selatanterusterjadi fluktuasi, dengan harga Rp 770.000 sampai Rp 800.000 per kilogram. Harga itu terpuruk dari posisi akhir tahun 2024 lalu, kata Zulfikar Yacob salah seorang pedagang pengumpul biji pala bulan kemarin.
Ternyata harga tersebut tidak bertahan lama, sekarang kembali mengalami penurunan drastis dari harga sebelumnya. Terpuruknya harga Pala di Aceh Selatan, semangkin membuat petani terpuruk karena kebutuhan lain malah terjadi kenaikan signifikan.
"Saat ini harga minyak pala kembali terpuruk, pedagang pengumpul (distributor) minyak menampung seharga Rp 650.000 per kilogram. Harga inipun belum dapat dipastikan bertahan atau sebaliknya," ujar Safirjal Hasan pedagang hasil tani di Kecamatan Sawang kepada INFORakayat.co, Sabtu (30/5/2025).
Menurut dia, jika bulan lalu atau beberapa minggu sebelumnya, biji pala mentah masih dibeli dari petani dengan harga Rp 20.000-Rp 22.000, secara otomatis sekarang berada diposisi harga Rp 16.000 sampai Rp 17.000 per kilogram.
Selain harga minyak dan biji Pala terpuruk, Safrijal Hasan turut menginformasikan keadaan jual beli biji pinang kering dan minyak Nilam di Aceh Selatan per 30 Mei 2025.
"Biji pinang kering juga mengalami penurunan tipis, dua bulan lalu sempat meraup harga tertinggi di kalangan pedagang distributor, dibanderol Rp 17.000 per kilogram, sekarang turun menjadi Rp 14.000 sampai Rp 15,000 per kilogram," imbuhnya.
Sehubungan daya beli di tingkat pedagang penampung, maka harga pembelian dari petani oleh agen penampung juga menjadi pertimbangan. "Kami membeli dari petani di kisaran Rp 11.000 sampai Rp 13.000 per kilogram, sesuai mutu dan kadar kering bahan," ulas Safrijal.
Baca Juga:
Bantuan Pascabanjir Aceh Singkil Tersendat, Warga Geram Jadup Tertahan dan Rehab Rumah Belum Jalan
Di sisi lain, ia juga menuturkan temperatur harga Minyak nilam, lebih kurang sebulan yang lalu minyak nilam sempat turun ke level Rp 850.000 per kilogram.
"Sekarang naik kembali ke harga lebih kurang Rp 1 juta per kilogram. Harapan kita, jika harga minyak pala dan pinang terjadi fluktuasi, paling tidak minyak nilam bisa bertahan di harga yang tidak mengecewakan petani," papanya lagi.
Apabila harga hasil tani terus anjlok, sementara harga kebutuhan lain mengalami kenaikan fantastis, maka dengan sendirinya pertumbuhan ekonomi masyarakat akan terpuruk dan semangkin tersudut, pungkasnya. ||




