"Jenazah almarhum Pimpinan Dayah Ashhabul Yamin Bakongan Tgk. Syekh H. Baidhawi Adnan dishalatkan berulang kali oleh ribuan jamaah di tiga lokasi”
TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Ribuan jamaah melaksanakan sholat jenazah Tgk. Syehk H. Baidhawai Adnan (Abati) yang wafat di Rumah Sakit Mitra Medika Medan, Provinsi Sumatera Utara sekira pukul 5.40 WIB, Kamis pagi, 1 Mei 2025 dan tiba di Bakongan pada pukul 17.26 WIB sore.
Pantauan di lokasi, sejak sholat Magrib, jamaah mulai memadati masjid Baitul Halim Bakongan menunggu dilaksanakan sholat jenazah ulama panutan umat di Aceh tersebut.
"Pertama kali disholatkan di rumah kediaman almarhum, tepatnya di belakang komplek Pesantren Ashhabul Yamin, sebanyak dua kali diikuti keluarga besar dan ahli famili terdekat," ujar Ary Murti kepada INFORakyat saat bertemu di lokasi.

Kemudian dilanjutkan di Masjid Baitul Halim Bakongan, para jamaah khusus lelaki. "Karena terlalu ramai dan tidak muat masjid, maka dilaksanakan shalat jenazah dua kali untuk memenuhi aspirasi masyarakat yang sudah menunggu sejak sore," papar mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan Teuku Bustami.
Usai melaksanakan shalat jenazah di Masjid Baitul Halim, almahum Abati kembali di pulangkan ke komplek Dayah dengan cara ditandu puluhan kerabat dan santri.
Tiba di komplek Pesantren, jenazah Abati lagi-lagi di sholatkan. "Khusus di Balai Pesantren, peserta jamaah hanya diikuti Santriwati dan kaum hawa (perempuan) secara umum. Saking antusiasnya jamaah, Shalat jenazah digelar dua kali," ungkap sumber yang merupakan tetangga di pesantren tertua di wilayah Bakongan.
Baca Juga:
Bantuan Pascabanjir Aceh Singkil Tersendat, Warga Geram Jadup Tertahan dan Rehab Rumah Belum Jalan
Informasi dihimpun dari berbagai sumber, jenazah almarhum Tgk. Syehk H. Baidhawai Adnan dilaksanakan shalat sebanyak enam kali. Selanjutnya almarhum Abati Bakongan dikebumikan di Taman Rohani (Kubah) di dalam kompleks Pesantren Ashhabul Yamin, ba"da Insya, mala mini.

Sebelum tibanya jenazah almarhum Abati di Bakongan, cuaca terlihat cerah, namun saat tibanya jenazah mendung bertaut tebal disertai rintik hujan, seolah-olah alam turut menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya ulama kharismatik tersebut.
"Seiring suara shalawat berkumandang dari ribuan pelayat, hujan rintik turun membasahi bumi di langit Bakongan. Disisi lain, tetesan air mata para santri bertumpahan walaupun tidak terdengar suara isak. Rasa sedih dan haru menyelimuti kaum muslimin yang berdatangan dari berbagai penjuru Aceh," papar anggota DPRK Aceh Selatan Jasman, SE.
Diantara ribuan warga, tampak hadir Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE, Kapolres AKBP Teuku Ricky Fadliansyah, SIK, Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Faiq Fahmi, anggota DPRK, serta sejumlah Kepala Pemkab setempat. II




