Kepala SDN I Rantau Pauh Diduga Hardik Murid dengan Bahasa Kotor, PWI Aceh Tamiang Desak Disdik Bertindak

author
Redaksi

13 May 2025 19:43 WIB

Kepala SDN I Rantau Pauh Diduga Hardik Murid dengan Bahasa Kotor, PWI Aceh Tamiang Desak Disdik Bertindak
Ketua PWI Aceh Tamiang Erwa. INFORakyat/Dokumen pribadi.
“Dalih apapun, ucapan itu tidak pantas keluar dari mulut pendidik kepada anak didik. Mereka adalah anak-anak yang statusnya masih di bawah umur, semestinya dibimbing dengan baik dan lemah lembut, apalagi ucapan itu keluar dari mulut kepala sekolah,” kata Erwan

ACEH TAMIANG, INFORakyat.co - Pemberitaan tentang oknum Kepala SDN I Rantau Pauh, Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh  diduga menghardik belasan muridnya dengan kata-kata kotor dan berkonotasi negatif seperti "mamak kalian l**te menjadi viral dan ditanggapi berbagai kalangan termasuk organisasi pers Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tamiang.

"Peristiwa di SDN 1 Rantau Pauh itu sudah menyebar dan menjadi konsumsi publik karena dinilai menodai dunia pendidikan. Kami minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang bertindak tegas, cepat dan tepat terhadap prilaku identic premanisme," kata Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan melalui rilisnya yang dikirim ke berbagai media, Senin, 12 Mei 2025)

Gencar diberitakan media, oknum Kepala SDN 1 Rantau Pauh diduga melontarkan kata-kata kasar, bahkan lebih menjurus ke ucapan kotor yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang guru, apalagi sosok kepala sekolah.

Erwan menilai, perilaku oknum kepala sekolah kepada sejumlah muridnya sangat tidak wajar. Pasalnya,  ucapan bernada teguran tersebut sangat tidak beretika dan tidak sejalan dengan adat istiadat Aceh. Kurang lebih, terkesan seperti orang tidak berpendidikan dan identic preman di pasaran.

"Dalih apapun, ucapan itu tidak pantas keluar dari mulut pendidik kepada anak didik. Mereka adalah anak-anak yang statusnya masih di bawah umur, semestinya dibimbing dengan baik dan lemah lembut, apalagi ucapan itu keluar dari mulut kepala sekolah," kata Erwan

Mestinya, kata Erwan, teguran dilakukan dengan menggunakan bahasa yang santun dan sopan, layaknya seorang pendidik. Kalau anak-anak ditempa dengan kata-kata kotor, umpatan dan kasar, itu bukan mendidik namanya. Sepantasnya, murid diberikan pembinaan yang bersifat edukatif, mudah memahami Pelajaran dan diajari sopan santun, bukan malah sebaliknya.

"Bukan sebaliknya. Apalagi sampai memaki-maki seperti itu. Kan sangat tidak beretika, emangnya anak-anak diajari ala di pasaran??," imbuh Ketua PWI Aceh Tamiang.

PWI Aceh Tamiang mendesak Pemkab setempat melalui Disdikbud segera memanggil dan memberikan tindakan tegas kepada oknum kepala sekolah yang telah mencoreng dunia pendidikan, jika perlu evaluasi kinerjanya yang dinilai tidak becus.

Berkembang dugaan sebelumnya, kasus kekerasan verbal juga pernah dilakukan oknum kepala sekolah, tidak hanya siswa, para dewan guru di sekolah itu pun mengaku pernah mengalami perlakuan tak pantas.

"Perlakuan seperti ini jangan dibiarkan terus terjadi karena menjadi biang yang dapat menodai dunia pendidikan," tandas Erwan.

Pasca mencuatnya kasus itu, Erwan mengaku sudah bertemu dengan Kadisdikbud Aceh Tamiang, Abdul Thalib dan Sekretarisnya, Muhammad Yani, Senin, 12 Mei 2025.

Menurut Erwan, pihak dinas membenarkan kasus Kepala SDN I Rantau Pauh menghardik murid-muridnya dengan bahasa yang tidak pantas.

Pihak Disdikbud Aceh Tamiang berjanji secepatnya mengambil tindakan dan langkah -langkah dalam menyikapi kasus itu agar tidak menimbulkan citra buruk pendidikan di Aceh Tamiang.

"Benar (kasus itu), kami minta waktu untuk menindaklanjutinya, secepatnya akan diselesaikan," ucap Erwan mengutip pernyataan Kadisdikbud Aceh Tamiang, Abdul Thalib.

Di sisi lain, Erwan juga mendesak agar Disdikbud Aceh Tamiang tidak hanya menindaklanjuti kasus melontarkan kata-kata kotor oleh oknum Kepala SDN 1 Rantau Pauh, namun juga penting dilakukan upaya pemeriksaan yang lainnya terhadap kepala sekolah itu.

"Jika perlu dilakukan audit terhadap penggunaan keuangan sekolah, disinyalir ada dugaan-dugaan lainnya yang patut  diperhatikan, hal tersebut diduga jika melihat watak kepala sekolah," ujarnya.

Salah seorang murid dengan didampingi orang tuanya untuk dikonfirmasi, mengungkapkan kata-kata teguran kepala sekolah yang diucapkan kepada 12 murid, antara lain dikuatkan, "mamak kalian l**te, dan anj***" begitu pengakuan murid SDN I Rantau Pauh.

Ucapan itu sontak membuat kaget para orang tua murid dan memantik perhatian berbagai elemen. Selain kasar, kata-kata tersebut dianggap sangat tidak layak keluar dari mulut seorang kepala sekolah yang seharusnya menjadi teladan di lingkungan pendidikan.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Kepala SDN 1 Rantau Pauh membantah apa yang dilaporkan murid dan orangtua mereka. Meski demikian ia mengakui pernah melontarkan kalimat tersebut namun berdalih menyebutnya sebagai perumpamaan.

Bukan hanya itu, kepala sekolah sempat mengeluarkan nada yang bersifat ancaman kepada wartawan yang meminta konfirmasi.

"Jika kasus ini mencuat di media, maka Kadisdikbud tidak akan tinggal diam dan akan membantunya. Kalau abang naikin pemberitaan ini, Pak Kadis kami juga tidak tinggal diam," ujar oknum kepala sekolah tersebut. ||

Sumber: Portalnusa.com

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Pendidikan