Kok Lupa, Enam Tahun Terakhir RSUD-YA Tapaktuan Aceh Selatan Sudah 2 Kali Turun Kelas, Tipe C mulai Berlaku Juli 2025

author
Sudirman Hamid

01 Jul 2025 22:29 WIB

Kok Lupa, Enam Tahun Terakhir RSUD-YA Tapaktuan Aceh Selatan Sudah 2 Kali Turun Kelas, Tipe C mulai Berlaku Juli 2025
Kantor BPJS-Kesehatan Cabang Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh pada malam hari. Foto: Dokumen INFORakyat
“Setelah dialami pada tahun 2019 lalu kembali terjadi sekarang, turun kelas dari tipe B menjadi C, pasien jangan gundah pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS-Kesehatan tetap normal hanya beda klaim tarip,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan.

TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Penilaian Kredensialing merupakan bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memastikan kelayakan kerja sama dengan fasilitas kesehatan, tidak hanya di Kabupaten Aceh Selatan tetapi menyeluruh di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPJS-Kesehatan Cabang Tapaktuan Mahmul Ahyar, SE, MM kepada awak media dalam diskusi seraya kopi bareng di salah satu Gedung di Lhok Bengkuang, Tapaktuan, Selasa, 1 Juli 2025 pagi menjelang siang.

"Jika tidak terjadi perubahan, pemberlakukan tipe C untuk Rumah Sakit Umum Daerah-dr. H. Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan dimulai hari ini (1/7/2025-red). Namun masih diberikan kesempatan dan peluang untuk melengkapi sarana dan prasarana, perbaikan pelayanan serta SDM sebagaimana diharapkan Kemenkes," ujar Mahmul Ahyar.

Persoalan serupa pernah terjadi pada tahun 2019 lalu, tipe RSUD-YA Tapaktuan turun kelas dari tipe B ke C, untuk mengembalikan tipe B butuh waktu dan persiapan untuk memenuhi persyaratan penilaian kredensialing.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah-dr.H. Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan Aceh Selatan berpredikat akreditasi Paripurna. Foto: Dokumen INFORakyat.

"Pada tahun 2019 lalu sempat bertahan di tipe C selama 22 bulan, dengan penuh keuletan, kesabaran pihak manajemen berhasil mengembalikan predikat tipe B sampai diumumkan hasil evaluasi kemarin melalui surat resmj," terangnya tanpa menyebutkan nama direktur pada saat itu.

Sekedar diketahui, sambung Mahmul Ahyar, BPJS-Kesehatan tetap mendukung langkah-langkah Bupati Aceh Selatan dalam membenahi dan memperbaiki tata kelola rumah sakit yang diminati dan disayangi masyarakat, sehingga kembali menjadi rumah sakit regional yang terkemuka dari beberapa kabupaten/kota lain di pantai barat selatan.

"Saya sudah berdiskusi panjang lebar dengan bapak bupati tentang tekad pimpinan daerah untuk memajukan dan mengembangkan rumah sakit milik daerah. Kami menilai, konsep dan program pak bupati sangat bagus, hanya tinggal memperbaiki manajemen sehingga pelayanan tidak berantakan," paparnya.

Menurut Kepala BPJS yang membawahi empat kabupaten/kota (Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil dan Gayo Lues), dalam waktu dekat pihaknya akan memaparkan secara jelas dan rinci kondisi RSUD-YA, karena semua persoalan terpantau akurat melalui aplikasi BPJS.

Didampingi ⁠Kepala Bagian (Kabag) Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan Herry Syafrizal, Kabag Perencanaan, Keuangan dan Pemeriksaan Mahfud, Kabag Kepesertaan, Martunis, Kabag SDM, Umum dan Kesekretariatan Diozika Dio Qomatish dan Staf Verifikator Syafriadi H, Kepala BPJS Cabang Tapaktuan kembali menuturkan, sebenarnya pembayaran klaim jaminan kesehatan peserta lebih besar dari iuran yang masuk bersumber dari pemerintah dan jumlah peserta.

"Khusus Aceh Selatan, seluruhnya menghabiskan anggaran sebesar Rp 17 miliar per bulan, kekurangan itu ditutupi dari bantuan daerah lain di Indonesia. Kita juga membayar tepat waktu ke rekening Lembaga pemerintahan, per tanggal 10 sampai 15 setiap bulan. Persoalan pendistribusian kepada penerima, itu bukan kewenangan kami," tegasnya.

Pemerintah sudah berkompensasi demi kesejahteraan dan pelayanan kesehatan masyarakat serta membayar klaimnya tepat waktu, maunya kualitas juga harus ditingkatkan dan berkualitas.

"Janganlah terlalu banyak keluhan masyarakat, tenaga medis bolos tugas dan sarpras kurang baik. Saya pikir semua sudah bagus tetapi harus dipertahankan agar lebih baik dan handal dari sebelumnya, iya masyarakat bisa menilai sendirilsh," utup Mahmul Ahyar. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Kesehatan