"Kita tidak membutuhkan 'pengamat' seperti ini di dunia pers Aceh, Mereka hanya akan mengotori dan merusak kredibilitas dunia jurnalistik," tegas Teuku Khairol Alhaytami.
BANDA ACEH, INFORakyat.co - Fenomena absurd terjadi di dunia pers Aceh ketika seorang individu yang mengaku sebagai "pengamat pers" muncul dengan klaim kosong dan serangan tidak berdasar terhadap rekan-rekan seprofesinya.
Ironisnya, individu ini memiliki latar belakang yang dipertanyakan, yaitu sebagai wartawan "eskonder" yang menulis demi amplop, bukan demi kebenaran.
Media tempatnya pernah bernaung bahkan tidak terverifikasi oleh Dewan Pers, sehingga kualitas dan integritas medianya layak dipertanyakan.
Dalam dunia pers profesional, status verifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab etik dan hukum.
Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), Teuku Khairol Alhaytami melalui Divisi Advokasi dan Hukum Wartawan, menanggapi polemik ini dengan menyatakan bahwa individu tersebut seperti "Jellow dog" (anjing peliharaan) yang siap menerkam wartawan lain demi kepentingan tertentu.

Baca Juga:
Kopi Tulang Punggung Ekonomi Bener Meriah, Bupati Bahas Pemulihan Pascabencana dengan SCOPI
"Kita tidak membutuhkan 'pengamat' seperti ini di dunia pers Aceh. Mereka hanya akan mengotori dan merusak kredibilitas dunia jurnalistik," tegas Teuku Khairol Alhaytami.
Dunia pers membutuhkan orang-orang yang waras dan menjunjung etika serta kompetensi, bukan orang yang merasa bisa berbicara banyak hanya karena bisa menulis status di media sosial.
Kritik yang membangun dan berdasar pada fakta serta analisis yang objektif sangat dibutuhkan untuk memajukan dunia jurnalistik, bukan serangan tidak berdasar yang hanya akan merusak kredibilitas dunia pers.
Data dihimpun, Perusahaan Pers Indonesia per 1 Mei 2025, berjumlah sebanyak 1.818 diantaranya, terverifikasi, terdaftar dan memiliki status terdata di Kemenkumham.
Dari 1.818 Perusahaan Pers, terdapat 30.770 wartawan di seluruh Indonesia dengan status 20.303 orang tercatat sebagai Wartawan Kompetensi Muda, 5.708 wartawan Madya dan 4.749 Wartawan jenjang Utama. |I
Sumber PWI Aceh





