“Khususnya generasi muda, kami berharap mampu memahami nilai budaya Batil Carano, dan memiliki keterampilan membuatnya. Warisan budaya tetap terjaga dan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," ujar Kepala Desa, Muhardi adnil.
SIMEULUE | INFORakyat.co – Pemerintah Desa Amiria Bahagia, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh menggelar pelatihan pembuatan Batil Carano sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat untuk pengembangan perekonomian.
Kegiatan bersumber melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 itu digelar, Kamis, 02 Juli 2026.
Kepala Desa Amiria Bahagia, Muhardi Adnil, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menjaga kelestarian budaya daerah sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengembangan kerajinan berbasis kearifan lokal.
Baca Juga:
Hadiri Gala Dinner HUT APKASI -26 di Deli Serdang, Bupati Aceh Singkil Perkuat Sinergi Antar Daerah
"Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memahami nilai budaya Batil Carano dan memiliki keterampilan untuk membuatnya. Dengan demikian, budaya tetap terjaga dan pada saat yang sama dapat menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat," ujar Muhardi.
Ketua Adat Desa Amiria Bahagia, Nolman, menegaskan Batil Carano bukan sekadar perlengkapan adat, melainkan simbol budaya yang sarat nilai sejarah dan filosofi masyarakat Simeulue.
"Batil Carano merupakan bagian dari identitas budaya kita yang digunakan dalam berbagai prosesi adat. Karena itu, keterampilan membuat Batil Carano harus terus diwariskan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman," kata Nolman.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Amiria Bahagia, Dahlian, menilai pelatihan tersebut tidak hanya berperan dalam menjaga kelestarian budaya, tetapi juga memiliki potensi mendorong tumbuhnya usaha ekonomi kreatif di tingkat desa.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga dan menjadi salah satu produk unggulan Desa Amiria Bahagia," ujarnya.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapat pendampingan langsung dari instruktur yang berpengalaman.
Mereka dibekali pengetahuan mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pembuatan, proses perakitan, hingga tahap penyelesaian agar menghasilkan Batil Carano yang berkualitas, bernilai estetika, dan memiliki daya saing di pasaran.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Amiria Bahagia menegaskan komitmennya untuk terus memanfaatkan dana desa dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Selain menjaga kelestarian budaya Simeulue, program tersebut diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru di bidang kerajinan tradisional sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan ini juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal, Desa Amiria Bahagia berupaya mencetak generasi yang tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi produk bernilai ekonomi dan berdaya saing.||






