Malam Takbiran Idul Adha, 5 Motor Aksi Balap Liar Disita Polisi Abdya

author

06 Jun 2025 15:00 WIB

Malam Takbiran Idul Adha, 5 Motor Aksi Balap Liar Disita Polisi Abdya
Personel Sat Lantas Polres Abdya saat mengamankan balap liar dan menyita 5 motor yang diduga digunakan para remaja dalam aksi di jalan dua jalur depan Kantor Bupati Abdya di kota Blangpidie, Kamis malam (5/6/2025). INFORakyat/Syamsurizal.
“Masyarakat menyenandungkan Takbiran Idul Adha, diduga kelompok balap liar bereaksi lima motor berhasil diamankan,” kata Kasat Lantas AKP Teuku Tasrizalsyah.

BLANGPIDIE, INFORakyat.co - Kepolisian Resor Aceh Barat Daya (Polres Abdya), POLDA Aceh mengambil langkah tegas terhadap aksi balap liar yang marak terjadi di malam hari di sejumlah lokasi di Blangpidie.

Sangat disayangkan, malam takbiran Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, masyarakat melantunkan asma Allah (takbiran) sementara  sejumlah remaja melakukan aksi balap liar dengan suara mesin motor meraung-raung.

Mengetahui hal ini, Personel Polres Abdya melakukan patroli dan berhasil mengamankan lima unit sepeda motor dalam operasi penertiban di jalan dua jalur depan Kantor Bupati Abdya di kota Blangpidie.

Diketahui, Penertiban balap liar itu dipimpin Tim Satlantas Polres Abdya sebagai respon atas laporan warga yang meresahkan kenyamanan penduduk terhadap kebisingan dan ulah aktivitas balap liar.

"Kami menerima laporan dari masyarakat dan tindaklanjuti dengan cepat, benar saja ada dugaan praktik balap liar, sebanyak lima motor diamankan," kata Kasatlantas AKP T. Tasrizalsyah kepada INFORakyat.co, Kamis, 5 Juni 2025 malam.

Ia menyebutkan, untuk berpatroli dan mengamankan hal-hal yang mencurigakan, pihaknya menurunkan empat personel yakni  Ipda Prawiro Djoko S., Aipda Desmitya Putra, Aipda Andri Fakhrizal, dan Brigadir Maman Abdurahman.

"Tim menyisir lokasi lokasi sepi yang sering digunakan untuk aksi balap liar, baik pada malam liburan maupun takbiran seperti tadi, ternyata benar ada kelompok sedang melakoni balapan liar," imbuhnya.

Menurut AKP Tasrizalsyah, sebagian pelaku mengambil langkah seribu (melarikan diri) begitu menyadari kehadiran petugas. Namun, lima kendaraan berhasil disita, baik yang ditinggalkan maupun masih dikendarai.

"Saat ini, identitas pemilik kendaraan roda dua itu sedang didata untuk mengetahui pelaku sebenarnya," terang Kasat Lantas.

Polisi menegaskan, kendaraan yang disita akan ditangani sesuai prosedur. Jika pelakunya di bawah umur maka orang tua mereka akan dipanggil dan dilakukan pembinaan. Motor tidak akan dikembalikan sebelum seluruh dokumen lengkap.

"Penindakan ini bukan hanya untuk menghukum, tapi juga mencegah dan mendidik. Kami juga sudah petakan titik-titik rawan lainnya, termasuk di kawasan Susoh dan jalan protokol lain," imbuh AKP Tasrizalsyah lagi.

Polres Abdya mengimbau masyarakat, terutama remaja agar tidak menjadikan jalan umum sebagai arena balap liar. Aksi semacam ini tak hanya melanggar hukum, tapi juga membahayakan keselamatan diri dan orang lain.

"Kalau ingin balap, lakukan di tempat yang sesuai seperti sirkuit. Jangan korbankan keselamatan demi hobi," paparnya.

Langkah kepolisian ini mendapat dukungan dari masyarakat luas, warga berharap penertiban ini bukan hanya sesaat, tapi menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas di wilayah hukum Abdya.

Sementara itu, warga sekitar menyambut baik langkah pihak kepolisian dalam penertiban dan pengamanan aksi balap liar.

"Balap liar sudah sangat meresahkan penduduk, kami khawatirkan akan timbul korban jiwa, kesunyian malam diwarnai suara bising gas motor, sering ugal-ugalan, bahkan hampir tabrak orang, kami harap polisi terus rutin menggelar patroli untuk menciptakan keamanan kondusif," uacp Fauzi (43) warga Blangpidie. ||

Tags terkait :

Editor : HERU DWI SURYATMOJO

Kanal : News