“Aktivitas manusia silver yang mengecat seluruh tubuhnya dengan warna perak untuk meminta-minta di jalanan menimbulkan sejumlah dampak negatif, baik secara sosial maupun budaya di Aceh”
BANDA ACEH, INFORakyat.co - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh Besar menertibkan sejumlah "manusia silver" yang beroperasi di kawasan Simpang Ajun, Kecamatan Darul Imarah, Banda Aceh.
Penertiban tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari warga terkait kehadiran manusia silver yang dinilai meresahkan publik.
Kasatpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir menyebutkan, sebelumnya manusia silver tersebut beraksi di Banda Aceh, terutama di persimpangan jalan dan area warung kopi, kemudian berpindah lokasi ke wilayah Aceh Besar.
Aksi tersebut dilakukan manusia silver itu setelah dilakukan penertiban di ibu kota provinsi yang berjuluk Serambi Mekkah.
"Kita menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas mereka di Simpang Ajun. Menerima pemberitahuan itu kami langsung menurunkan tim untuk melakukan penindakan," kata Muhajir, Minggu (4/5/2025).
Ia menegaskan, aktivitas manusia silver yang mengecat seluruh tubuhnya dengan warna perak untuk meminta-minta dijalanan menimbulkan sejumlah dampak negatif, baik secara sosial maupun budaya di bumi Syariat Islam.
Selain aksi mereka (manusia silver) dinilai setara dengan operasional mengemis, Muhajir juga menyoroti adanya potensi eksploitasi anak-anak dalam aktivitas yang muncul dan mengejutkan public di Banda Aceh.
"Keberadaan mereka mengganggu pengguna jalan dan tidak sesuai dengan nilai budaya Aceh. Ini bukan sekadar tontonan jalanan, tapi menciptakan kebiasaan yang tidak mendidik," imbuhnya.
Muhajir juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada para manusia silver agar tidak terbiasa dan dapat memperkuat aroma negatif di seluruh Aceh.
"Kalau kita terus beri uang, mereka akan ketagihan dan akan merasa itu sah-sah saja serta menjadikan aksinya sebagai pekerjaan tetap sehingga malas bekerja. Kita harus hentikan kondisi ini secara kompak dan bersama-sama," tutup Muhajir. ||




