Mengasah Cahaya di Tangan Guru: Bunda PAUD Nagan Raya Buka Diklat Lanjutan untuk Pendidik PAUD

author
Didit Arjuna

05 Jul 2025 23:05 WIB

Mengasah Cahaya di Tangan Guru: Bunda PAUD Nagan Raya Buka Diklat Lanjutan untuk Pendidik PAUD
Bunda PAUD Kabupaten Nagan Raya, Ny. Cut Inda Ratna Safriati TR Keumangan, membuka secara resmi Diklat Lanjutan Guru PAUD Tahun 2025 di Aula Wisma Syariah< Nagan Raya, Jumat, 4 Juli 2025. INFORakyat/Istimewa.
“Program Wajib Belajar 13 Tahun dimulai dari satu tahun PAUD, di tangan para guru PAUD-lah nasib dan arah awal karakter anak bangsa dibentuk menuju generasi cerdas dan pintar,”

Penulis: Didit Arjuna Wartawan INFORakyat.co

NAGAN RAYA Di tengah semangat pagi yang cerah, Aula Wisma Syariah, Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala dipenuhi raut wajah penuh harap. Sebanyak 66 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai penjuru Nagan Raya berkumpul bukan sekadar untuk belajar, melainkan memperkuat peran mereka sebagai penjaga masa depan generasi bangsa.

Hari itu, Jumat (4/7/2025), Bunda PAUD Kabupaten Nagan Raya, Ny. Cut Inda Ratna Safriati TR Keumangan, membuka secara resmi Diklat Lanjutan Guru PAUD Tahun 2025 — program lima hari yang digelar Dinas Pendidikan Nagan Raya untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD di kabupaten ini.

Dalam sambutannya, Ny. Cut Inda tak sekadar menyampaikan kata formal. Ia mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya urusan ruang kelas, melainkan pondasi utama pembentukan karakter manusia.

"Program Wajib Belajar 13 Tahun dimulai dari satu tahun PAUD. Artinya, di tangan para guru PAUD-lah nasib dan arah awal karakter anak bangsa dibentuk," tuturnya dengan penuh keyakinan.

DIDIT ARJUNA Wartawan https://inforakyat.co

Ia menyampaikan bahwa peran guru PAUD bukan sekadar mendidik, tetapi membentuk jiwa anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan siap bersaing dalam dunia yang terus berubah.

Tak hanya soal semangat, diklat ini juga menawarkan substansi. Para peserta akan mendalami kurikulum PAUD berbasis perkembangan anak, metode pembelajaran yang inovatif, serta pendekatan inklusif dan holistik. Semua dirancang agar guru PAUD mampu menyelenggarakan layanan pendidikan yang lebih menyentuh dan berdampak.

"Diklat lanjutan ini adalah kelanjutan dari jenjang dasar. Kami ingin guru PAUD tidak hanya mengajar, tapi juga menjadi fasilitator tumbuh kembang anak-anak dengan pendekatan profesional dan manusiawi," tambah Ny. Cut Inda.

Meningkatkan Kualitas Melalui Kesempatan

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari upaya yang sudah dimulai sebelumnya. Menurut laporan Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF), Yulia, S.Pd.I., M.M., para peserta yang ikut adalah mereka yang telah mengikuti Diklat Dasar pada 2023 dan 2024, serta sudah memiliki sertifikat dari Direktorat Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen.

"Peserta sebagian besar merupakan guru PAUD tamatan SMA atau S1 non-PAUD. Sertifikat diklat ini nantinya juga bisa dikonversikan menjadi SKS jika mereka melanjutkan kuliah ke jenjang S1 PAUD," jelas Yulia.

Tujuan utama dari kegiatan ini, kata dia, adalah untuk meningkatkan kualifikasi, profesionalisme, dan kapasitas pengajaran guru PAUD dalam memberikan pendidikan yang lebih bermakna.

Belajar dari Ahli, Belajar dari Hati

Diklat ini menghadirkan para narasumber dari Lembaga Pengembangan dan Peningkatan Kompetensi GTK Provinsi Aceh, yaitu Rina Fitriana, S.Pd., M.Pd. dan Nina Afrianti, S.Pd., M.Pd.AUD. Mereka akan membagikan wawasan praktis dan strategis dalam pembelajaran PAUD modern.

Tak hanya itu, sesi khusus juga akan diisi oleh Ir. Komarudin, M.Si., perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang akan menyampaikan kebijakan terbaru melalui Zoom Meeting.

Menyalakan Lilin dalam Gelap

Di balik pelatihan ini tersimpan harapan besar: agar setiap guru PAUD mampu menjadi cahaya di ruang-ruang kecil yang dulu mungkin diabaikan. Bahwa mendidik anak usia dini bukanlah pekerjaan biasa, tapi panggilan mulia.

Seperti yang diyakini para peserta hari itu, mereka bukan sekadar guru, melainkan pemahat masa depan, diawali seperti mengasuh bayi masih puriah dari segala dosa dan dibimbing untuk jadi cerdas dan pintar.||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : News, Daerah, Pendidikan