Motif Pembunuhan Sadis di Aceh Tenggara Belum Terungkap, Orang Tua Korban Minta Pelaku dihukum Mati

author
Almujawadin

01 Jul 2025 17:10 WIB

Motif Pembunuhan Sadis di Aceh Tenggara Belum Terungkap, Orang Tua Korban Minta Pelaku dihukum Mati
Wahidi orang tua dua korban pembacokan yang menghilangkan 5 nyawa dan satu orang luka parah, minta pelaku dihukum mati, Selasa (1/7/2025) INFORakyat/Al Mujawadin.
"Saya ingin berjumpa pak Kapolres mempertanyakan perkembangan kasus meninggalnya kedua putri saya akibat pembunuhan sadis, hingga saat ini belum diketahui motif dibalik pelaku menghabiskan nyawa korban," ungkap Wahidi.

KUTACANE, INFORakyat.co – Duduk melamun disertai perasaan resah gelisah, kadang-kadang menegawang entah kemana, begitu kondisi dialami Wahidi orang tua korban pembacokan brutal dan tragis yang menewaskan 5 korban dan satu orang mengalami luka parah di Desa Uning Sigugur, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin siang, 16 Juni 2025 lalu.

Kendatipun pelaku sudah ditangkap dan diamankan jajaran Polres Aceh Tenggara dari lokasi persembunyiannya pada Senin malam, 23 Juni 2025, namun motif serta kepastian hukum belum terungkap ke publik hingga membuat orang tua korban bertanya-tanya.

Diketahui, korban atas nama almarhum Elviana (16 tahun) dan Laura (13 tahun) yang tewas bersimbah darah di antara tiga korban meninggal dunia lainnya, adalah anak kandung dari Wahidi.

"Anak saya dua orang meninggal dunia akibat pembunuhan sadis, sampai hari ini kami belum tahu penyebab pelaku tega menghabisi korban yang tidak berdosa," ucap Wahidi dengan nada sedih kepada awak media, di salah satu kedai kopi yang lokasinya berseberangan dengan Kantor Polres Kutacane, Selasa, (1/7/2025).

Pernyataan tersebut diutarakan, Wahidi sepulang dari kantor Polres Aceh Tenggara. Tutur katanya terbata-bata dan terlihat rona kesedihan bercampur resah gelisah. Seakan-akan ada yang terpendam dalam jiwanya yang getir.

"Saya ingin berjumpa pak Kapolres mempertanyakan perkembangan kasus meninggalnya kedua putri saya akibat pembunuhan sadis, hingga saat ini belum diketahui motif dibalik pelaku menghabisi nyawa korban, kedua putri mungil saya yang tidak berdosa," ungkap Wahidi.

Dalam pembicaraannya, Wahidi sempat mengungkap dugaan ada keterlibatan ayah dari pelaku dalam pembunuhan kejam terhadap kedua putrinya. Indikasi itu mengarah peristiwa kelam seputar peristiwa serupa, tidak tertutup kemungkinan dalangnya terlibat ayah pelaku.

Menurut Wahidi, selama ini tidak ada permasalahan dengan pelaku yang merupakan keponakan dari istrinya, namun dia menduga pelaku mendapat doktrin dari seseorang yang mengakibatkan menyimpan bara dendam terhadap keluarga mereka.

Kepada INFORakyat, ayah kedua korban tidak mengungkap secara rinci dan pasti historis using yang pernah terjadi, namun dugaan keterlibatan sang ayah pelaku berkecamuk dalam relung dadanya.

"Besar kemungkinan ada unsur dendam terhadap keluarga ibu pelaku, termasuk kami yang mengalami korban," sergahnya membayangkan tabir gelap.

Dalam perkara ini, ayah korban berharap dan meminta kepada pihak kepolisian segera mengungkap motif penyebab pembunuhan itu, sehingga para korban bisa tenang dan tidak berapriori.

"Kami berharap pelaku dihukum setimpal, maksimal hukuman mati, karena telah menghabiskan lima nyawa, penyidik juga harus mengusut keterlibat pihak lain sebagai aktor atau pecundang hingga pembunuhan terjadi. Jangan ada yang lepas dari intaian polisi karena kuat dugaan kejadian serupa akan terulang," pintanya.||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Pembunuhan