Musthafa Aceh Selatan Gelar Mubahasah, Teungku Dayah dan Warga Bahas Hukum Donasi Barang

author
Sudirman Hamid

17 Jun 2025 13:44 WIB

Musthafa Aceh Selatan Gelar Mubahasah, Teungku Dayah dan Warga Bahas Hukum Donasi Barang
Foster Mubahasah Thalabah Fiqhiyyah Aceh Selatan (MUSTHAFA) yang dilaksanakan di Dayah Jabal Qubis Al-Waliyah Kluet Selatan. INFORakyat/Istimewa.
"Ilmu pengetahuan itu seibaratpedang, jika tidak diasah akan tumpul, begitu juga halnya pikiran kita, maka jadikan mubahasah ini sebagai medan latihan untuk mempertajam nalar fiqh umad manusia,” ujar Tgk. H. Karimuddin, S.Hi (Abi Ujung Bate).

TAPAKTUAN, INFORakyat.co - Forum Mubahasah Thalabah Fiqhiyyah Aceh Selatan (MUSTHAFA) Provinsi Aceh menggelar mubahasah atau diskusi ilmiah keagamaan rutin dengan tema aktual "Status Hukum Open Donasi terhadap Tanah dan Barang yang Belum Dimiliki.

Sekretaris MUSTHAFA Tgk Riki Ade Malek, S.Sos, M.Ag menyebutkan, kegiatan berlangsung di Dayah Jabal Qubis Al-Waliyah, Gelumbuk, Kecamatan Kluet Selatan asuhan Tgk. Syarifuddin (Abi Qubis) itu menyedot perhatian publik.

"Puluhan teungku-teungku muda, alumni dayah dan masyarakat dari berbagai penjuru Aceh Selatan hadir memenuhi ruang kegiatan, menunjukkan antusiasme yang luar biasa terhadap tradisi bahsul masail yang mulai menggeliat kembali di bumi Teuku Cut Ali," ujar Tgk Riki Ade Malek, S.Sos, M.Ag kepada INFORakyat.co, Selasa (17/6/2025).

Menurutnya, mubahasah yang mengusung tema Status Hukum Open Donasi terhadap Tanah dan Barang yang Belum Dimiliki itu berlangsung hikmat di Dayah Jabal Qubis Al-Waliyah pada Rabu malam, 11 Juni 2025.  Peserta saling menyampaikan pendapat dan saran yang dibanderol hukum agama.

Lebih menarik ungkap Tgk Riki Ade Malek, hadir selaku mushahhih (pentashih) yang memberikan legitimasi terhadap kesimpulan diskusi para ulama terkemuka diantaranya; Tgk.Muhibuttibri (Abah Kuala Ba"u), Tgk. H. Mubarrak (Ayah Darussa"adah), Tgk. H. Erly Safriza Al-Yusufi, Lc. (Abati Teupin Gajah), Tgk. H. Karimuddin, S.H.I (Abi Ujung Bate) dan Tgk. Bustami (Abi Lhok Sialang).

Selain membedah tema utama, forum ini juga membuka sesi tanya jawab terbuka, sehingga menjadikan event ini bernuansa hidup tidak hanya potensi akademis tetapi juga kontekstual dan membumi.

Tgk. H. Karimuddin, S.Hi (Abi Ujung Bate) menegaskan pentingnya mengasah keilmuan dalam forum-forum resmi untuk saling mengemukan pendapat serta mempererat silaturahmi antar teungku-teungku dayah dan masyarakat.

"Ilmu pengetahuan itu seibaratpedang, jika tidak diasah akan tumpul, begitu juga halnya pikiran kita, maka jadikan mubahasah ini sebagai medan latihan untuk mempertajam nalar fiqh umad manusia," ujar Tgk. H. Karimuddin.

Bukan hanya itu, Abu Tgk Karimuddin mengusulkan agar kegiatan ini diperluas dalam bentuk lomba mubahasah tingkat Lajnah Dayah se-Aceh Selatan.

"Kedepan mubahasah seperti ini diupayakan lebih sering dilaksanakan, sebagai upaya sistematis untuk melahirkan kader ulama yang tangguh dan responsif terhadap isu-isu kekinian terhadap perkembangan agama islam," imbuhnya.

Tgk. Karimuddin juga berpesan kepada generasi muda dayah agar menjaga ukhuwah antar alumni dan tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan, apalagi diobok-obok oleh pihak lain.

"Ilmu harus menjadikan kita lebih rendah hati dan bersatu, kompak dan saling bahu membahu, bukan saling meniadakan dan menuding sesama," imbaunya.

Kegiatan dibumgkus prosesi peusijuk (tepung tawar) kepada ketua baru MUSTHAFA Tgk. Edi Mukhtar menggantikan Tgk. Abdul Muzad, SH. (Abi Hanif) yaitu ketua sebelumnya yang telah berpulang ke rahmatullah.

Dalam sambutannya Tgk. Edi Mukhtar menyampaikan komitmennya untuk terus melanjutkan estafet perjuangan intelektual para pendahulu sehingga generasi penerus lebih berkualitas dan mumpuni.

"Ini adalah Mubahasah ke-15 sejak didirikan, terimakasih atas kepercayaan teman-teman semua. Kami berharap kegiatan ini terus istiqamah sebagai suluh penyulut gairah keilmuan di tengah masyarakat dan para alumni dayah," ujarnya.

Informasi dihimpun, Mubahasah ditutup dengan doa khidmat oleh Tgk. Zainal Abidin (Abi Krueng Kluet), kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama, menandai akhir dari malam yang penuh ilmu, ukhuwah, dan harapan besar terhadap masa depan fiqhiyyah Aceh Selatan. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Religius