“Sejak tahun 2025 da ekor sapi milik saya menghilang, kejadian ini sudah berlangsung sejak tahun 2022, terhitung sudah 6 sapi hilang diduga dimangsa raja rimba," kata Iwan.
KUTACANE, INFORakyat.co - Harimau suamtera kembali berkeliaran dan memasuki pemukiman warga di Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, sebanyak 6 ekor ternak sapi menghilang, dua lainnya ditemui mengalami luka parah.
Hal tersebut disampaikan salah satu peternak sapi di Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Iwan, pihaknya mengaku sejak tahun 2022 lalu sering mengalami kehilangan sapi miliknya. Terhitung, hingga tahun 2025 sudah 6 ekor sapi ternaknya menghilang.
Merasa curiga atas sering kehilangan Sapi, lalu Iwan menugaskan penjaga hewan ternaknya untuk menyelidiki sebab karena kehilangan sapi tersebut yang tidak diketahui jejak.
"Alangkah terkejut ketika mendapati satu ekor ternaknya dalam kondisi terluka dibagian kaki dan punggung bagian belakang, dan melihat di lokasi kejadian ada empat ekor satwa dilindungi berkeliaran (induk dan tiga anak harimau)," ujar Iwan kepada INFORakyat.co, Minggu (9/6/2025).
Atas peristiwa ini, Iwan merasa kecewa karena kurangnya perhatian pihak terkait. Selain kehilangan sapi sebanyak 6 ekor atau dengan luka mengenaskan, ia juga mengkhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diingini akibat raja rimba (harimau Sumatera) sering berkeliaran di areal pemukiman penduduk.
Menurut Iwan, sebelumnya ia telah melaporkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) tentang peristiwa ternak dimangsa harimau.
Selaian ke BKSDA, Iwan juga telah berupaya melapor kejadian ini kepada Bupati Aceh Tenggara, berharap pihak pemerintah dapat menindaklanjuti laporan dari warga yang merasa ketakutan dari ancaman harimau. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan areal perkebunan warga yang selalu dilintasi petani.
"Kejadian ini sudah dilaporkan kepada Bupati Aceh Tenggara, harapan kami pemerintah daerah mau membantu dan peduli terhadap keresahan yang dialami masyarakat," imbuh Iwan.
Baca Juga:
Bantuan Pascabanjir Aceh Singkil Tersendat, Warga Geram Jadup Tertahan dan Rehab Rumah Belum Jalan
Kepala Resor BKSDA Aceh Tenggara Suherman, membenarkan sudah menerima laporan peristiwa satu ekor sapi milik yang di terkam harimau, dan bangkai sapi yang mati itu sudah dikubur.
"Kami mohon masyarakat tidak panik dan terus beraktifitas seperti biasa, cara agar terhindar dari amukan harimau. Menghindari kecemasan, petani atau warga harus bekerja secara berkelompok, dan tidak mengganggu jika bertemu atau melihat harimau serta harus meningkatkan kewaspadaan ," himbau Herman.
Pantauan INFORakyat, mendapat laporan tentang harimau berkeliaran di pemukiman penduduk dan memangsa seekor sapi, personel BKSDA bersama warga langsung turun untuk meninjau lokasi kejadian. BKSDA akan berusaha melakukan antisipasi melalui teknik yang dimiliki. ||




