Persinil Polres Abdya berhasil menyita betagam senjata mainan, mulai jenis pistol berbunyi keras hingga bentuk senapan laras panjang
BLANGPIDIE, INFORakyat.co - Buntut peristiwa senjata mainan anak-anak telan korban dan meresahkan pengguna jalan raya saat lebaran Idul Fitri di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), personil Polres setempat berhasil menyita dan mengantisipasi penggunaan bedil-bedilan dan perang-perangan para bocah guna menghindari jatuh korba.
Polres Abdya langsung mengambil tindakan dengan melakukan patroli dan mengamankan senjata mainan. Dalam dua hari gebrakan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Abdya berhasil menyita ratusan pucuk senjata mainan dari tangan anak-anak.
Penertiban ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait gangguan yang ditimbulkan oleh penggunaan senjata mainan di ruang publik, terutama selama masa mudik dan libur Lebaran.
Senjata mainan yang disita beragam jenisnya, mulai dari pistol mainan yang berbunyi keras, hingga senjata mainan berbentuk senapan laras panjang.
Seluruhnya ditemukan ketika digunakan oleh anak-anak di berbagai titik jalan raya, terutama di lokasi yang ramai dilewati kendaraan pemudik.
Kapolres Aceh Barat Daya, AKBP Agus Sulistianto, melalui Kasatlantas Polres Abdya AKP Tri Andi Dharma menyatakan bahwa operasi penertiban ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan serta menindaklanjuti laporan dari masyarakat.
Selain itu, penertiban tersebut juga sebagai upaya untuk menjaga ketertiban umum selama arus mudik dan libur Lebaran, khususnya di jalan raya.
"Penggunaan senjata mainan oleh anak-anak di jalan raya sudah sangat meresahkan. Selain mengganggu konsentrasi pengendara, dan aksi bermain di tengah jalan bisa membahayakan keselamatan baik anak-anak itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya," kata AKP Tri Andi Dharma kepada INFORakyat.co, Sabtu, 5 April 2025.
Dijelaskan, penertiban terhadap senjata anak-anak ini dipimpin langsung oleh Ipda Hermansyah dan Aipda Desmitya Putra, serta dibantu oleh personel lalu lintas lainnya.
Tim menyisir sejumlah lokasi strategis di wilayah Abdya yang kerap menjadi titik berkumpulnya anak-anak untuk bermain. Dalam penertiban tersebut, petugas tidak hanya menyita senjata mainan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada anak-anak dan para orang tua yang mendampingi.
Baca Juga:
Bukan Kaleng-kaleng, 5 Siswa SMA Abdya Lolos Seleksi World Scout Jamboree 2027 di Polandia
Mereka diingatkan bahwa penggunaan senjata mainan secara sembarangan, apalagi di ruang publik dan jalan raya, sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
"Banyak orang tua yang tidak menyadari risiko yang ditimbulkan oleh permainan seperti ini. Karena itu, kami juga melakukan pendekatan persuasif, agar masyarakat lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama saat berada di luar rumah," sebut Kasat.
Ratusan senjata mainan yang disita akan diamankan di Mapolres sebagai barang bukti dan tidak akan dikembalikan, demi mencegah penggunaan ulang di kemudian hari.
Satlantas Polres Abdya juga mengimbau para pedagang agar tidak sembarangan menjual senjata mainan yang dapat menimbulkan keresahan dan bahaya.
Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan peredaran mainan semacam itu di pasaran.
Operasi ini mendapat dukungan dari masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang merasa lebih nyaman setelah dilakukan penertiban.
Beberapa warga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil oleh aparat kepolisian dalam merespons kondisi yang dikeluhkan.
"Anak-anak sering bermain senjata mainan di pinggir jalan, bahkan ada yang sampai ke tengah jalan. Ini sangat berbahaya, apalagi saat arus mudik padat seperti sekarang. Kami sangat mendukung penertiban ini," Kata Muktar warga Blangpidie.
Menurutnya, dengan adanya langkah tegas dari pihak kepolisian ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan di jalan raya, serta lebih aktif dalam mengawasi kegiatan anak-anak, khususnya selama masa libur panjang.
"Sebelum dilakukan patroli, berbagai pijak ngeri melihat atraksi anak-anak saling tembak-tembakan dipinggir jalan. Takutnya kita yang lewat terkena butiran peluru plastik yang mengancam bahaya dan keselsmatan," tutupnya. ||





