“Tim Anti Premanisme dibentuk untuk menjaga rasa aman dan kenyamanan masyarakat dari berbagai kekerasan dan intimidasi, namun institusi Polri tetap mengedepankan prinsip humanis, preventif, tegas dan beritika,” kata Kompol Edwin Aldro, SH, MH.
TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Menciptakan suasana kondusif, aman dan nyaman, Polres Aceh Selatan POLDA Aceh bentuk Tim Anti Premanisme sebagai bagian pelaksanaan Operasi Pekat Seulawah 2025.
Pembentukan Anti Premanisme dipimpin Kapolres Aceh Selatan AKBP Teuku Ricky Fadlianshah, SIK diwakili Wakapolres Kompol Edwin Aldro, SH, MH dalam Apel yang diikuti Pejabat Utama (PJU) dan seluruh personil kepolisian di Mapolres, Lhok Keutapang, Tapaktuan, Kamis (8/5/2025).
"Pembentukan tim anti Premanisme ini, menindaklanjuti instruksi Mabes Polri terkait sebagai upaya pemberantasan aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Polisi harus bekerja kerja untuk menjaga rasa aman dan kenyamanan masyarakat dari berbagai kekerasan dan intimidasi premanisme atau sejenisnya," ucap Wakapolres dalam arahannya.
Dihadapan personil kepolisian, Wakapolres menekankan pentingnya sinergi dan kesiapsiagaan seluruh jajaran kepolisian dalam melaksanakan tugas, mengingat aksi-aksi premanisme saat ini telah merambah ke berbagai sektor dan berdampak langsung terhadap masyarakat.
"Polisi berkewajiban menjaga rasa aman dan kenyamanan masyarakat serta iklim investasi daerah, kalau ada oknum merongrong, mengintimidasi atau membuat kegaduhan dan pemerasan, sikat saja dan dihadapkan ke ranah hukum," ujarnya.
Turut disampaikan, Tim Anti Premanisme ini melibatkan gabungan personel dari beberapa satuan, antara lain Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Aceh, Sat Samapta, Sat Reskrim, dan Sat Binmas Polres Aceh Selatan.
"Kolaborasi antar satuan ini dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas dalam deteksi dini, pencegahan, serta penindakan terhadap praktik-praktik premanisme yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, pelaku usaha, pejabat dan pihak-pihak sekolah," pungkas Edwin Aldro.
Salah seorang warga, Andi menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian Polres Aceh Selatan atas upaya menekan tindakan premanisme di Aceh Selatan. Semoga bentuk apapun yang identik dengan premanisme tidak muncul dan terjadi di kabupaten Pala.
"Premanisme itu bukan saja orang bertampang bringas, di zaman canggih ini preman hadir dr=engan gaya baru, rapi, eksklusif bahkan berdasi, tetapi kelakuannya sangat meresahkan masyarakat, pengusaha maupun pejabat. Jangan kasih angin pak polisi, demi rakyat sikat aksi premanisme," tandas Andi. ||




