Pekerja Perusahaan Kayu Tewas diterkam Raja Rimba di Riau

author
Redaksi

27 Jun 2025 11:46 WIB

Pekerja Perusahaan Kayu Tewas diterkam Raja Rimba di Riau
ILUSTRASI: Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatra).
Pekerja Perusahaan Kayu Tewas diterkam Raja Rimba di Riau

RIAU, INFORakyat.co - seorang pekerja perusahaan kayu di areal Semenanjung Kerumutan, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau tewas akibat diterkam harimau Sumatera (Raja Hutan) sekitar pukul 19.30 WIB Selasa               malam kemarin, 24 Juni 2025.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Ujang Holisudin membenarkan informasi korban tewas akibat diterkam harimau.

"Korban atas nama Hadito diterkam harimau Sumatera saat keluar dari camp untuk buang air sekira pukul 19.30 WIB Selasa, 24 Juni 2025 kemarin," ujar Ujang Holisudin, Kamis (26/6/2025) dikutip pemberitaan dilansir Suara Riau.id. 

Pihaknya menerima laporan langsung berkoordinasi cepat dengan pihak Polsek Teluk Meranti dan perusahaan tempat korban bekerja.

Koordinasi ini dilakukan untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan yang diperlukan serta mendapatkan informasi lengkap mengenai kronologi kejadian.

Menurut Ujang Holisudin, teman korban sebagai saksi bernama Firmansyah yang berada di lokasi menjelaskan kronologi kejadian tragis tersebut.

Sebelum kejadian nahas, Firmansyah dan korban sedang beristirahat di dalam Camp Mobile atau Camp Apung. Hadito kemudian keluar sendirian untuk buang air, berjarak lebih kurang sekitar 15 meter dari camp.

Tidak berselang lama, Firmansyah mendengar suara teriakan korban minta tolong, karena kondisi gelap, saksi segera mengambil lampu senter dan menyorot ke arah sumber suara.

Ia terkejut mendapati Hadito sudah diseret masuk ke dalam bangunan yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi korban buang air, ungkap Firmansyah.

"Saksi langsung mengambil parang dan menghampiri ke arah korban, dari pengakuan Firmansyah ia  hanya menemukan celana dan handphone korban," tutur Ujang.

Peristiwa itupun disampaikan kepada koordinator camp dan pekerja lainnya untuk mencari Hadito. Tim pencari melakukan penelusuran di lokasi kejadian.

Sekitar berjarak lebih kurang 100 meter, korban akhirnya ditemukan dalam posisi telungkup dan sudah tidak bernyawa. Korban mengalami luka gigitan dan cakaran yang fatal di sekitar leher dan punggung kanannya, mengindikasikan serangan dari satwa liar.

"Jenazah korban kemudian berhasil dievakuasi dan dibawa ke klinik distrik Morawang," terang Ujang Holisudin.

Diketahui, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bekas luka gigitan pada bagian leher, cakaran di bahu, dan sebagian punggung sebelah kanan.

Jenazah kemudian dibawa ke Puskesmas Teluk Meranti untuk visum sebelum diberangkatkan ke Pekanbaru guna proses pemulangan ke kampung halamannya di Sambas, Kalimantan Barat. ||

Sumber: Suarariau.id/Haluanriau.co.

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Peristiwa