“Untuk menahkodai KP3ALA Kota Subulussalam, Ketua dijabat Asmauddin, SE, Sektetaris Husin Saraan dan Bahagia Maha menduduki jabatan bendahara. Forum sepakat provinsi ALA lebih cepat lebih baik”
SUBULUSSALAM, INFORakyat.co – Untuk percepatan dan optimal gerakan perjuangan pembentukan provinsi baru, Kota Subulussalam membentuk Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) Masa Bakti 2025-2030, berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR), Pegayo, Kecamatan Simpang Kiri, Minggu (18/05/2025).
Informasi dikutip INFORakyat, lahir dari Rapat Tim Formatur KP3ALA bersama Pejuang ALA dan Tokoh Masyarakat, dalam rangka Penyegaran Pengurus KP3ALA dan optimalnya pergerakan terpilih Asmauddin, SE sebagai Ketua, Husin Saraan bertengger di posisi sekretaris dan Bahagia Maha dipercayakan disposisi bendahara.
Meskipun terpilih secara aklamasi, Asmauddin meminta tenggat waktu untuk mempertimbangkan amanah yang diberikan tokoh masyarakat. Sebagai alternatif, pihaknya meminta disarankan dipersiapkan sosok cadangan, sehingga animo masyarakat Subulussalam tidak menemui kendala.
Baca Juga:
Ribuan massa GEMUKA gelar aksi, Bupati Aceh Singkil Ngaku Usulkan 8.701 penerima Jadup Tahap II
"Izin dan berikan kami waktu untuk mempertimbangkan hal ini secara matang agar tidak terjadi kendala di kemudian hari," kata Asmauddin politisi yang menjabat Pj Ketua DPC Partai Demokrat Subulussalam yang juga Wakil Ketua DPD Demokrat Provinsi Aceh itu.
Walaupun meminta waktu, forum tetap meminta Asmauddin tidak menolak amanah masyarakat dengan memaparkan berbagai pertimbangan.
Baca Juga:
Usai penyegaran pejabat eselon III dan IV, H. Mirwan MS segera Godok hasil UKOM Kepala SKPK
"Kami menilai saudara Asmauddin paling tepat menjadi ketua, tanpa berkenan menyiapkan nama dan sosok cadangan. Namun persoalan meminta waktu berpikir, forum yang hadir mempertimbangkan dan menyetujui," ucap salah seorang tokoh masyarakat.
Diketahui, rapat untuk melahirkan provinsi ALA berlangsung demokratis, alot dan menyatu persepsi. Prosesi musyawarah diawali sambutan dari sejumlah tokoh.
Diantaranya hadir M. Husin Saran selaku Sekretaris tim formatur, Pejuang ALA Haris Muda Bancin dan Ir. Sulisman, M.Si sosok mantan SC Kongres ALA di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara beberapa tahun lalu. Kemudian Ketua Tim Formatur KP3ALA Asmauddin turut menyampaikan sambutan.
Suasana musyawarah bertambah hangat dan seru, Ketua KP3ALA Pusat Prof. Rahmat Salam secara umum sepakat percepatan pembentukan KP3ALA menuju terwujudnya Provinsi ALA. Hal tersebut disampaikan melalui daring pada saat pembentukan KP3ALA berlangsung.
Sebelum pemilihan dan menentukan panitia KP3ALA, Rahmat Salam meminta, minimal lima orang setiap kabupaten/kota di wilayah yang bergabung dalam pembentukan calon Provinsi ALA.
"Paling sedikit ada lima orang panitia di setiap kabupaten/kota yang tergabung dalam pembentukan Provinsi ALA. Kita harus bergerak dan maju bersama untuk melahirkan provinsi baru," ulasnya.
Sementara itu, Husin Saran mengatakan, acara pembentukan KP3ALA disebarkan diundang lebih kurang 200 peserta dari lima yang merupakan perwakilan tokoh masyarakat, pemuka agama, pemuda, kaum gender dan unsur lain.
"Dimana, sebelumnya kita juga sudah menggelar pertemuan di kediaman H. Asmauddin, SE pekan lalu. Untuk mendapat keberkahan, musyawarah di akhir doa bersama yang dipimpin H. Hermaini," sebut Husin Saran.
Pada sisi lain, Ir. Sulisman, M.Si menegaskan perlunya komitmen bersama, dukungan pemerintah daerah serta pentingnya pemahaman sebuah perjuangan harus bersifat top down, bukan button up disertai pengorbanan finansial dan gelora semangat pantang mundur.
"Untuk mencapai cita-cita dan tujuan lahirnya provinsi baru, mari kita hindari sifat ambisius kelompok, saling menyalahkan dan mempertahan egoisme, missal mengedepankan polemik penetapan ibukota provinsi atau indikasi lain yang bisa terjadi pecah belah perjuangan," papar Sulisman.
Tampak hadir, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang dan Drs. Salmaza, MAP, sejumlah mantan pejabat Pemko Subulussalam, seperti Asmial Kombih, Anharuddin dan Saiban Gafar serta puluhan unsur tokoh berkompeten. ||














