Remaja Balap Liar di Abdya Ditangkap, 8 Motor Disita Polisi

author

25 Mar 2025 20:41 WIB

Remaja Balap Liar di Abdya Ditangkap, 8 Motor Disita Polisi
Satlantas Polres Abdya saat sita delapan motor balap liar. Foto/Ho
"Setibanya di lokasi, petugas mendapati sekelompok remaja yang tengah melakukan pengaturan atau "setting" terhadap satu unit sepeda motor yang dicurigai akan digunakan untuk balap liar," kata Kasatlantas Polres Abdya, AKP Tri Andi Dharma, Selasa (25/3/2025).
BLANGPIDIE, INFORakyat.co - Tim operasi penertiban Satlantas Polres aceh Barat Daya (Abdya) menangkap dan mengamankan 8 unit sepeda motor yang digunakan remaja yang diduga terlibat dalam aksi balap liar di Desa Blang Dalam, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Aksi balap liar yang meresahkan warga ini terungkap berkat laporan warga, yang kerab dilakukan para remaja pada pukul 02.15 WIB pagi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Satlantas Aceh Barat Daya segera bergerak cepat. Sebelum menuju lokasi kejadian, tim lebih dahulu melakukan briefing guna menyusun strategi penertiban yang dipimpin oleh Aipda Andri Fakhrizal dan Aipda Desmitya Putra

Tepat pukul 02.25 WIB, tim Satlantas Polres Abdya bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP).
"Setibanya di lokasi, petugas mendapati sekelompok remaja yang tengah melakukan pengaturan atau "setting" terhadap satu unit sepeda motor yang dicurigai akan digunakan untuk balap liar," kata Kasatlantas Polres Abdya, AKP Tri Andi Dharma, Selasa (25/3/2025).

Ia mengungkapkan, tanpa menunggu lama, petugas segera melakukan tindakan pengamanan terhadap kendaraan dan para remaja yang berada di lokasi.

"Dalam operasi tersebut, sebanyak delapan unit sepeda motor berhasil diamankan. Kendaraan-kendaraan tersebut langsung dibawa ke Mapolres Aceh Barat Daya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,"jelasnya.

Terpisah, Kanit Kamsel Satlantas Polres Aceh Barat Daya, Aipda Andri Fakhrizal menuturkan, menurut keterangan salah satu petugas di lapangan, aksi balap liar ini tidak hanya membahayakan keselamatan para pelaku sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya serta masyarakat sekitar.

"Kami menerima laporan dari warga bahwa ada aktivitas balap liar yang mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Oleh karena itu, kami langsung bergerak untuk menertibkan situasi," ujar Aipda Andri Fakhrizal.
Balap liar memang telah lama menjadi permasalahan yang meresahkan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Selain menimbulkan kebisingan di tengah malam, aksi ini juga sangat berisiko menimbulkan kecelakaan fatal.

Tidak sedikit kasus di mana pengendara balap liar mengalami cedera serius, bahkan kehilangan nyawa akibat tidak mematuhi aturan keselamatan berlalu lintas.

"Balap liar bukan hanya pelanggaran lalu lintas biasa, tetapi juga merupakan ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, kami terus berupaya melakukan pencegahan dan penindakan agar kejadian serupa tidak terulang," tambah Aipda Desmitya Putra, Banit Patroli Satlantas Polres Aceh Barat Daya.

"Selain itu, kegiatan balap liar kerap kali melibatkan kendaraan yang sudah dimodifikasi secara ilegal," lanjutnya.
Beberapa sepeda motor yang diamankan dalam operasi kali ini diduga telah mengalami perubahan pada sistem knalpot dan mesin guna meningkatkan kecepatan.

"Modifikasi semacam ini tidak hanya melanggar peraturan lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan karena kendaraan tidak lagi sesuai dengan standar keamanan yang ditetapkan," tegas Desmitya Putra.

Operasi yang berakhir pada pukul 05.20 WIB ini berjalan dengan aman dan kondusif. Keberhasilan Satlantas Polres Abdya dalam merespons cepat laporan masyarakat mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama warga sekitar yang telah lama merasa terganggu dengan aktivitas balap liar di wilayah tersebut.

Sementara itu, Seorang warga Desa Blang Dalam yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas tindakan cepat yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Kami sangat bersyukur karena polisi bertindak cepat. Hampir setiap malam kami terganggu oleh suara bising motor yang digunakan untuk balap liar. Selain itu, aksi ini juga sangat berbahaya bagi anak-anak muda yang melakukannya. Semoga ke depan mereka sadar dan tidak mengulangi perbuatannya," pungkasnya.

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : News, Hukum, Daerah