“Aceh telah hadir lebih dahulu sebelum Indonesia berdiri, tanah wakaf Blang Padang warisan Sultan Aceh diperuntukkan bagi kemaslahatan umat melalui Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh,” kata Fauzan Adami.
BANDA ACEH, INFORakyat.co – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) Aceh mendesak pemerintah pusat dan TNI segera mengembalikan tanah wakaf Blang Padang kepada Masjid Raya Baiturrahman, tanah tersebut merupakan tanah wakaf peninggalan masa Kesultanan Aceh, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Ketua SAPA Fauzan Adami, menegaskan bahwa persoalan Blang Padang bukan sekadar urusan kepemilikan fisik semata, melainkan menyangkut persoalan agama dan sejarah Aceh yang dipandang sangat mulia.
"Aceh telah hadir lebih dahulu sebelum Indonesia berdiri, tanah wakaf Blang Padang warisan Sultan Aceh diperuntukkan bagi kemaslahatan umat melalui Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, maka sangatlah tidak etis jika saat ini tanah wakaf itu justru dikuasai pihak tertentu," kataFauzan Adami melalui siaran persnya kepada Redaksi INFORakyat.co, Sabtu, 5 Juli 2025.
SAPA menilai, jika ada pihak yang berdalih bahwa tanah tersebut pernah dikuasai Belanda, alasan itu sama sekali tidak relevan. "Belanda datang ke Aceh sebagai penjajah dan perampas. Maka apa makna kemerdekaan jika tanah wakaf yang jelas-jelas milik umat, justru masih dianggap sebagai warisan penjajahan" tegas Fauzan lagi.
Ia mencontohkan, bagaimana di Arab Saudi tanah wakaf Aceh hingga kini masih terjaga dan manfaatnya tetap dirasakan rakyat Aceh. Seharusnya di negeri sendiri, kata Fauzan, pemerintah dan TNI lebih menghormati hukum dan sejarah.
"Ini persoalan agama. Tanah wakaf wajib dikelola untuk kepentingan umat, demi kemakmuran, kemaslahatan, dan pemeliharaan Masjid, bukan untuk kepentingan tertentu. Oleh karena itu, demi menjaga harmoni dan menghormati hukum serta sejarah Aceh, tanah Blang Padang seharusnya diserahkan sepenuhnya tanpa syarat kepada Masjid Raya Baiturrahman," papar Ketua SAPA.
Fauzan Adami juga mengingatkan, meskipun kondisi Aceh saat ini aman dan damai pasca MoU Helsinki, persoalan Blang Padang tetap menjadi luka sejarah yang melekat dalam ingatan rakyat Aceh.
Menurut Dia, jika tidak diselesaikan secara adil, persoalan ini tidak akan pernah padam dan akan terus mencuat dari generasi ke generasi. Semua pihak dipandang perlu membuka hati dan kembali mengenang sejarah.
"Rakyat Aceh hari ini hidup damai bersama TNI, tidak ada persoalan, jangan sampai karena tanah wakaf, keharmonisan itu terganggu. Lebih baik pemerintah pusat dan TNI mendengarkan suara rakyat Aceh dan menyerahkan Blang Padang kepada Masjid Raya Baiturrahman, agar manfaatnya kembali dirasakan umat, sesuai peruntukan asalnya," tutup Fauzan Adami. ||




