“Peristiwa gempa bumi dengan estimasi berkekuatan Magnitudo 6,2 SR mengakibatkan tiga rumah di Aceh Selatan mengalami kerusakan, guncangan hebat juga menerpa Medan, Sumatera Utara”
TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Tiga unit rumah dikabarkan roboh di Kabupaten Aceh Selatan akibat peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 SR yang berpusat di Aceh Barat Daya (Abdya), bukan hanya itu, goncangan hebat juga menerpa Medan, Sumatera Utara sekitar pukul 15.50 WIB, Minggu (11/5/2025).
Tiga rumah yang terdampak dan mengalami kerusakan tersebut, terdiri 2 unit di Gampong (Desa) Kuta Baro, Kecamatan Sawang milik Zulfa (44 tahun) dan rumah Jufri (52 tahun), kemudian rumah milik Arif Rahman (38 tahun) warga Simpang Tiga Kecamatan Kluet Tengah.
Camat Sawang ZunaWanis, S.STP, M.M.Ec, Dev yang dikonfirmasi melalui Keuchik (Kepala desa) Kuta Baro Muhibbudin membenarkan peristiwa kerusakan rumah murni akibat gempa bumi.

Kedua unit rumah tersebut satunya berkonstruksi permanen dan satunya lagi semi permanen, dua-dua mengalami kerusakan, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, kecuali panit dan trauma, ujar Muhibuddin.
"Hanya mengalami kerusakan, sejumlah perabot rumah juga rusak karena tertimpa beton dan plafon yang roboh," imbuhnya.
Pasca peristiwa tersebut, tutur Keuchik, masyarakat ikut serta membersihkan dan pihaknya juga sudah menghubungi BPBD Aceh Selatan untuk melakukan penanggulangan.
"Atas musibah ini, kami berharap sentuhan pemerintah daerah Aceh Selatan, karena bagaimanapun korban adalah musibah yang butuh bantuan dan perhatian," ucap Keuchik kepada INFORakyat.
Sementara itu, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Barat Daya Aceh juga terasa hebat di sejumlah kabupaten/kota hingga guncangannya terasa sampai ke Kota Medan, Sumatera Utara.
Warga Aceh yang sedang berada di Medan, Jefri Juanda menyebutkan, di beberapa titik sempat membuat warga panik terutama di pusat-pusat perbelanjaan dan gedung-gedung tinggi.
"Saat gempa terjadi, saya berada di sekitaran jalan Brigjen Katamso, Gotot Subrito, Sidingamangaja dan seputar kota Medan. Mobil yang diparkir terlihat bergoyang, tiang-tiang juga berguncang, warga sempat panik, namun suasana kembali normal," terang Jefri Juanda melalui percakapan handphone. ||













