Seleksi Pra PORA 2025, Askab PSSI Aceh Selatan tidak Ada Intervensi dan Embel-embel Titipan

author
Sudirman Hamid

16 Apr 2025 16:14 WIB

Seleksi Pra PORA 2025, Askab PSSI Aceh Selatan tidak Ada  Intervensi dan Embel-embel Titipan
Plt Ketua Askab PSSI Aceh Selatan Irwandi, SP, MP menyerahkan kostum kepada AKP Fajriadi, SH saat ditunjuk menjadi Pelatih Kepala klub Sepak Bola di Cahaya Taufik kupi Tapaktuan, Rabu (16/4/2025). INFORakyat.co/Sudirman Hamid.
“Seleksi pemain sepak bola dilakukan melalui empat Rayon secara profesional, terbuka, tanpa kepentingan dan titipan siapapun, kita utama pemain berbakat dan tangguh,” kata Irwandi, SP, MP.

TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Pengurus Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Aceh Selatan menunjuk AKP Fajriadi, SH sebagai Pelatih Kepala untuk menempa sekaligus menyeleksi pemain-pemain berkualitas mengikuti kompetisi di ajang Pra PORA tahun 2025 menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026 mendatang.

"Kami berkomitmen tidak bisa diintervensi dengan embel-embel apapun, apalagi titipan dari pihak manapun dalam menyeleksi pemain sepak bola berbakat, berkualitas dan tangguh menjelang ajang Pra PORA 2025 menuju PORA 2026 di Aceh Jaya," kata Plt Ketua Askab PSSI Aceh Selatan Irwandi, SP, MP kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (16/4/2025).

Untuk melahirkan kerangka 23 pemain memperkuat kesebelasan Aceh Selatan, Askab PSSI menunjuk AKP Fajriadi, SH menjadi Pelatih Kepala dibantu Manager Irwandi Meukek (anggota DPRK setempat) dan beberapa asisten pelatih.

Dalam mewujudkan impian masyarakat Aceh Selatan, pihaknya menekankan tidak ada intervensi maupun titipan untuk mengantongi tiket menjadi pemain sepak bola kompetisi Pra PORA 2025.

"PSSI Aceh Selatan mempercayai sepenuhnya kepada tim seleksi dan pelatih, tentu dengan mengutamakan kemampuan, bakat dan keunggulan para pemain di lapangan. Pusaran seleksi juga akan dilaksanakan beberapa tahapan dan langkah, sehingga hingga pemain yang terpilih benar-benar menjadi duta sepak bola yang dibanggakan," ujarnya.

Menurut Irwandi, Pelatih Kepala Sepak bola AKP Fajriadi, SH sosok Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan menyandang lisensi AFC B, telah berpengalaman dan berjibaku dalam membina serdadu-serdadu bola kaki hingga memetik keharuman di berbagai event.

Ajang seleksi Pra PORA dibentuk empat Rayon, meliputi; Rayon I (Labuhan haji Barat, Labuhan haji Tengah, Labuhan Haji Timur dan Meukek) berlangsung di Lapangan Lhok Aman Kamis, 17 April 2025 sampai selesai.

Rayon 2 (Sawang, Samadua dan Tapaktuan) seleksi akan dilaksanakan di lapangan, PS Gema Samadua pada Jumat, 18 April 2025. Kemudian Rayon 3, Pasie Raja, Kluet Tengah, Kluet Utara, Kluet Timur, Kluet Selatan diselenggarakan di lapangan Ledong Mekong Kota Fajar Sabtu, 19 April 2025.

Rayon 4 (Bakongan, Bakongan Timur, Trumon dan Trumon Timur ditempatkan di lapangan Persiba Bakongan dimulai tanggal 20 April 2025.

"Apabila ada pemain yang tidak bisa mengikuti di Rayon dimana ia berdomisili, maka diperbolehkan menjadi peserta seleksi di Rayon lain dengan menunjukan identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP), namun pembiayaannya di luar tanggungan panitia," ucap Ketua Askab PSSI.

Persyaratan yang harus dilengkapi peserta seleksi; Kelahiran 1 Januari 2001 sampai 31 Desember 2010, Putra Aceh Selatan, melampirkan Kartu Keluarga (KK), KTP/KIA, Akte Kelahiran dan Ijazah SD, SMP.

ASKAB PSSI Aceh Selatan gelar konferensi Pers tentang penunjukan Pelatih Kepala Sepak Bola. INFORakyat.co/Sudirman Hamid.

Sementara itu, Pelatih Kepala Fajriadi menuturkan, pihaknya sudah berkecimpung di sektor pembinaan (pelatihan) pemain sepak bola berjuluk kabupaten Pala sejak mulai berdomisili di Aceh Selatan.

"Bukan untuk mencari popularitas ya, tetapi panggilan jiwa untuk membangun persepakbolaan Aceh Selatan lebih maju dan andal. Alhamdulillah mulai ada perubahan kearah yang lebih maju," paparnya.

Selain melatih teknik dan fisik sepak bola di lapangan hijau, pemain perlu dibekali dan dibina mental, kecerdasan dan pola pikir semenlang dalam menghadapi sang rival di medan laga.

"Semangat anak-anak bukan dipadamkan tetapi dinyalakan agar lebih percaya diri, berani dan tetap sportif. Pemain Aceh Selatan mulai diperhitungkan di setiap jengkal pertandingan, bahkan ada yang menjadi top skor," imbuhnya lagi.

Disampaikan Fajriadi, setelah mengikuti seleksi di tingkat Rayon, dilanjutkan seleksi penuh di Tapaktuan untuk melahirkan 30 pemain untuk melaju tahapan Training Camp (TS) atau pemusatan pelatihan.

Ia menyebutkan, TC bertujuan untuk menjaring pemain ke tahapan pengembangan bakat, disiplin, stamina dan mental. Dari 30 pemain akan ada bibit yang tersingkir lagi hingga tersisa 23 orang sebagai pemain inti dan cadangan untuk berlaga di pergulatan Pra PORA 2025, semoga Aceh Selatan lolos.

"Bibit sepak bola di Aceh Selatan mulai tumbuh hampir di semua kecamatan, kelemahan kita hanya sarana dan fasilitas Latihan sehingga muncul seperti musiman," pungkas Fajriadi. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Olahraga