Senjata Mainan Telan Korban, Polisi Abdya Lakukan Penertiban

author

04 Apr 2025 14:54 WIB

Senjata Mainan Telan Korban, Polisi Abdya Lakukan Penertiban
Jajaran Polisi Lalulintas Polres Abdya melakukan penertiban Senjata Mainan karena mulai jatuh korban, Jumat (4/4/2025). INFORakyat.co/Dok.
“Akibat senjata mainan, telah menelan korban seorang pemudik di wilayah hukum Polres Aceh Barat Daya, mata kiri korban mengeluarkan darah”

BLANGPIDIE, INFORakyat.co – Keberadaan kekelompok anak-anak dengan senjata mainan di jalan nasional di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh mulai membahayakan di tengah-tengah derasnya arus mudik lebaran 1446 hijriah/Tahun 2025 masehi.

Informasi dihimpun INFORakyat.co, kelompok anak-anak yang disinyalir main bedil-bedilan dijalan raya dengan senjata mainan telah membuat seorang pemudik menjadi korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 2 April 2025, sekira pukul 18.00 WIB, di Jalan umum Gampong (Desa) Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Abdya.

Menurut keterangan keluarga korban, insiden bermula ketika rombongan kendaraan yang dikendarai oleh Ardianto sedang melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba seorang anak dari Armaini yang merupakan Geuchik Gampong Teungoh, Kecamatan Kuala Batee, dilempari batu oleh sekelompok anak yang sedang bermain di pinggir jalan.

Lemparan batu tersebut mengenai mata kiri korban hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Teuku Peukan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dari keterangan keluarga, luka yang diderita korban cukup serius dan membutuhkan pengawasan medis lebih lanjut. Kasus itupun dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Abdya guna pengusutan hukum lebih lanjut.

Disebut-sebut kasus tengah ditangani pihak berwajib sebagai dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur.  Menanggapi laporan dan keresahan masyarakat akibat penggunaan senjata mainan di pinggir jalan, pihak kepolisian melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Abdya langsung bergerak cepat melakukan penertiban.

Penertiban senjata mainan dipimpin langsung oleh Ipda Prawiro Djoko bersama Aipda Desmitya Putra dan personel Satlantas.

Petugas menyisir sejumlah titik rawan di sepanjang jalur mudik, terutama di wilayah Kecamatan Susoh.

Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Agus Sulistianto, melalui Kasatlantas AKP Tri Andi Dharma, menyatakan bahwa penertiban ini merupakan bentuk respon cepat atas dua kejadian yang telah terjadi dan diduga mengarah pada tindak pidana.

"Kami menindaklanjuti laporan masyarakat secara serius. Ini bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga keselamatan jiwa," kata AKP Tri Andi, Jumat, (4/42025).

Pihaknya menegaskan bahwa penertiban akan terus dilakukan selama masa arus mudik dan balik Lebaran, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Isu berkembang, masyarakat setempat mulai resah akibat senjata mainan anak-anak. Aktivitas senjata mainan di pinggir jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, namun juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

"Permainan menggunakan senapan mainan yang menyerupai senjata sungguhan itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan reaksi berbahaya. Ini perlu pemahaman dan kesadaran bersama," papar Kasatlantas.

Ia meminta pihak keluarga dan tokoh masyarakat memberi edukasi kepada anak-anak agar tidak bermain di jalan raya, apalagi menggunakan benda yang dapat mencederai.

"Diperlukan sinergi antara masyarakat, aparat desa, dan kepolisian untuk memastikan keselamatan dan ketertiban di jalan raya, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat," sebutnya.

Kejadian ini, tambah Tri Andi Dharma, menjadi peringatan dan pengalaman buruk, bahwa pengawasan dan penertiban terhadap penggunaan senjata mainan serta aktivitas anak-anak di ruang publik harus menjadi prioritas bersama.

"Kita memastikan langkah tegas ini akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan keselamatan seluruh lapisan masyarakat," imbuh kasat. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : News, Daerah