“Di tengah himpitan ekonomi yang membelenggu keluarga, putra kami Ahmad Sahal Afandi berusia 1 tahun, 6 bulan menderita bocor jantung sudah dua bulan menjalani pengobatan di RSUD-dr Zainoel Abidin Banda Aceh, kami benar-benar kesulitan anggaran,” ujar Syafrijal M.
TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Bak kata pepatah, sudah jatuh ketimpa tangga, seumpama itulahkondisi yang dialami pasangan suami istri muda Safrijal M, 37 tahun dan Maulida 26 tahun penduduk Ujung Padang Asahan Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh.
Kesusahan dan kesulitan yang dialami Pasangan suami istri (Pasutri) itu sudah berjalan beberapa bulan, sejak diketahui anak satu-satunya menderita bocor jantung.
"Di tengah himpitan ekonomi yang membelenggu keluarga, putra kami Ahmad Sahal Afandi berusia 1 tahun, 6 bulan menderita bocor jantung sudah dua bulan menjalani pengobatan di RSUD-dr Zainoel Abidin Banda Aceh, kami benar-benar kesulitan anggaran," ujar Syafrijal M kepada https://inforakyat.co melalui percakapan seluler, Rabu (25/6/2025).
Orang tua Ahmad Sahal Afandi mengatakan, anaknya didiagnosa dokter mengalami bocor jantung sudah sejak lahir, namun baru diketahui selama lima bulan terakhir dan sedang menjalani pengobatan intensif di RSUD-Zainoel Abidin Banda Aceh.
"Selama anak saya dirawat di Banda Aceh, biaya kehidupan dan kebutuhan sehari-hari benar-benar mengalami kesulitan. Selain memang faktor himpitan perekonomian, selama putra kami sakit, saya tidak bisa beraktivitas dan sama sekali tidak ada pemasukan. Sementara kebutuhan biaya semangkin berat," paparnya.
Syafrijal turut menuturkan, sejak diketahui menderita bocor jantung, kondisi berat badan Ahmad Sahal Afandi menurun drastis, pertumbuhannya sangat memprihatinkan.
"Anak kami menderita bocor jantung diperkirakan sejak lahir, akibatnya pertumbuhannya tidak sama dengan Balita pada umumnya, sekarang berat badanya sekitar 5,7 kilogram dari semestinya berkisar 10 kilogram," ungkap sang ayah bernada sedih.
Kepada media ini Safrijal mengakui, dianya bekerja sebagai buruh harian lepas yang membuat perekonomian tidak stabil, kini beban kehidupan pun semangkin terbelenggu atas kondisi anaknya.
"Dengan perasaan sedih dan cemas, sejujurnya saya sampaikan, kami butuh uluran tangan para dermawan, pemerintah daerah (bupati dan wakil bupati Aceh Selatan) dan bapak Gubernur Aceh, lihatlah kami demi kesembuhan Si buah hati yang sedang menderita. Kami orang lemah, tidak kemana harus mengadu," sergahnya.
Sang ayah Ahmad Sahal Afandi mengakui, jika rujukan pengobatan ke RSUD-dr Zainoel Abidin turut difasilitasi berbagai pihak sedangkan Baitul Mal Aceh Selatan menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta dua bulan lalu.
Dengan berat hati, izinkanlah kami memohon bantuan kepada pemerintah daerah untuk meringankan beban yang kami hadapi. "Bapak bupati dan wakil bupati Aceh Selatan adalah sosok dermawan dan respon dengan keluhan rakyat, maafkan kami jika dengan rasa terpaksa mengungkap perasaan hati," imbuhnya lagi.
Jika tidak ada halangan, aral melintang dan putra kami panjang umur, pihak RSUD-dr Zaiboel Abidin menjadwalkan Ahmad Sahal Afandi akan dirujuk ke salah satu rumah sakit Internasional di Jakarta. Semoga Allah SWT memberi kekuatan dan kesabaran dan berbagai tersentuh hati, termasuk Kementerian Sosial.
"Jika memang berkenan, ada kelebihan rezeki serta tidak dengan terpaksa, kami menerima sumbangan Ikhlas saudara-saudara,paling tidak dukungan doa, berikut kami sampaikan nomor Rekening Bank BSI 7231804298 atas nama Syafrijal M, nomor kontak 081372484464," pungkas dari balik telepon genggam. ||




