Tgk Syehk H Baidhawai Berpulang, Santri Ashabul Yamin Hanyut dalam Duka

author
Sudirman Hamid

02 May 2025 14:18 WIB

Tgk Syehk H Baidhawai Berpulang, Santri Ashabul Yamin Hanyut dalam Duka
Terlihat salah seorang santri Dayah Ashabul Yamin Bakongan, Aceh Selatan terkulai dalam duka di pintu gerbang saat menunggu jenazah almarhum Tgk. Syehk H. Baidhawai bin Tgk Syekh Adnan Mahmud tiba dari Medan, Sumatera Utara, Kamis (1/5/2025) INFORakyat/Sudirman Hamid.
“Di sela-sela penantian jenazah ulama kharismatik Aceh Tgk. Syehk H. Baidhawai bin Tgk Syekh Adnan Mahmud tiba dirumah duka di komplek Pesantren Ashabul Yamin Bakongan, Aceh Selatan, terlihat fenomena kesedihan menyelimuti para santri-santriwati

TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Di sela-sela menunggu kedatangan jenazah Ulama kharismatik Aceh yang diberangkatkan dari Rumah Sakit Mitra Medika Medan, Sumatera Utara dengan ambulance BK 1343 AFO, terlihat fenomena kesedihan dan rasa duka mendalam dari sejumlah santri dan santriwati Dayah Ashabul Yamin Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis kemarin sore sekitar pukul 17.20 WIB, Kamis, 1 Mei 2025.

Pantauan dan amatan INFORakyat di lokasi, jenazah almarhum Tgk. Syehk H. Baidhawai bin Tgk Syekh Adnan Mahmud alias Abati disambut penuh haru, bahkan terlihat santri/santriwati meneteskan air mata, bahkan ada yang menangis histeris di pintu gerbang Dayah Ashabul Yatim.

"Yang mulia, sang guru panutan telah berpulang untuk selama-lamanya. Tinggalkan kami dalam duka dan air mata, semoga ilmu agama yang diajarkan Abati menjadi berkah dan terus mengalir pahala seiring amal ibadah yang dikerjakan," ungkap salah seorang santri saat menunggu jenazah.

Terpantau, salah seorang santri duduk terkulai di bawah pintu gerbang, dengan memegang sebuah payung, berkali-kali ia mengusap air mata karena rasa sedih atas berpulangnya ulam kharismatik. Tidak terdengar suara isak tangis, tetapi dipastikan sang santri tersebut sedang menumpahkan cucuran air mata.

Dia baru bangkit dan berdiri pada saat mobil ambulance tiba dengan dikawal mobil Patwal polisi. Payung di tangannya digerak cepat untuk memayungi jasad Abati yang dibawa ambulance.

Gambaran duka bersemayam di relung hati kaum muslimin dan muslimat dari berbagai pelosok Aceh. Hari kedua wafatnya almarhum Tgk. Syehk H. Baidhawai arus pengunjung melayat terus berdatangan dari berbagai daerah, bukan saja dari Aceh, melainkan dari luar provinsi.

"Kami lihat hari ini (hari kedua wafatnya Abati) terus berdatangan para tamu ke komplek Dayah Ashabul Yamin. MasyaAllah, luar biasa pengunjung berdatangan," papar Ary Murti kepada media ini, Jumat (2/5/2025).

Seiring jenazah Abati tiba, lantunan shalawat berkumandang dari bibir ribuan warga, nuansa zikir juga memecah kehadiran jenazah.

Fakta lain, cuaca cerah berubah mendung tebal disertai rintik hujan membasahi bumi Bakongan seakan-akan alam turut menyampaikan rasa duka. Namun ribuan warga tetap tidak bergeming, tegar menyambut jenazah almarhum Abati sebagai penghormatan terakhir walaupun sekujur badan basah.

Sebelumnya diberitakan, Tgk. Syehk H. Baidhawai bin Tgk Syekh Adnan Mahmud wafat di Rumah Sakit Mitra Medika Medan sekitar pukul 5.40 WIB, Kamis pagi, 1 Mei 2025, Bumi Serambi Mekah kembali kehilangan salah seorang ulama kharismatik asal Bakongan Kabupaten Aceh Selatan.

"Innalillahi wainnailaihirajiun" Provinsi Aceh kembali berduka atas berpulangnya (wafat) salah seorang ulama kharismatik Tgk. Syekh H. Baidhawai Adnan (Abati (Bakongan) bin Tgk Syech H. Adnan Mahmud pimpinan Pesantren Ashabul Yamin Bakongan. Demikian pesan berantai beredar di platform media sosial dan Grup WhatsApp (WA) dari berbagai kalangan. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Religius