“LASR membantu pemerintah daerah untuk menghentikan hilangnya habitat di ekosistem Leuser, memberikan peluang ekonomi bagi penduduk lokal dan pertumbuhan perekonomian berkelanjutan di Aceh Tenggara
KUTACANE, Info Rakyat.co - Bupati Aceh Tenggara Provinsi Aceh H. Muhammad Salim Fakhry, SE, MM menerima Audensi Leuser Alas- Singkil River - Basin (LASR), di kediaman pribadinya, Jumat (18/4/2024).
Pantauan awak media, kedatangan LASR
didampingi Kadis Pertanian Aceh Tenggara Riskan, SP membahas panjang lebar
tentang upaya peningkatan ekonomi petani kakao di bumi Sepakat Segenep.
Perwakilan Leuser Alas -Singkil River
(LASR) Rini, Ros dan Rikto mengatakan, kegiatan yang dilakukan hingga 2024 di Aceh
Tenggara yakni Proyek Lanskap berkelanjutan di daerah aliran sungai Leuser Alas
-Singkil (LASR).
"Proyek ini direncanakan berlangsung selama
tiga tahun (2023-2025), kegiatan dimaksud sebagian didanai Sekretariat Swiss
untuk urusan ekonomi (SECO), LASR berada di kawasan Ekosistem Leuser (KEL),"
ujar sang perwakilan.
Rini menjelaskan, proyek LASR bertujuan membantu
pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam upaya menghentikan
hilangnya habitat di Ekosistem Leuser, sekaligus memberikan peluang ekonomi
bagi penduduk lokal dan pertumbuhan perekonomian berkelanjutan.
Program proyek LASR, bagian dari program
Lanskap berkelanjutan Indonesia (SLPI) dari SECO, yang bertujuan untuk
mengurangi kemiskinan dan emesi gas rumah kaca.
"SLPI berkontribusi pada tata kelola yang
baik dan pengelolaan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Manfaat yang
diperoleh adalah ekosistem alami yang utuh, produksi pertanian yang lebih baik
dan peluang pendapatan bagi penduduknya melalui integrasi ke dalam rantai nilai
yang berkelanjutan dengan jangkauan global," ulas Rini didampingi Ros dan Rikto.
Bupati Aceh Tenggara, H.Muhammad Salim
Fakhry, SE, MM kepada INFORakyat. co, mengatakan senang menerima kedatangan
tamu Leuser Alas-Singkil River-basin yang mengupas perkembangan perekonomian petani kakao di kabupaten yang ia pimpin.
"Peran teman-teman LASR sangat penting dalam
upaya peningkatan penghasilan petani, bahkan mampu melakukan penelitian
terhadap bibit kakao, tatacara penanaman yang bagus dan standar perawatan yang
baik dengan hasil produksi melimpah. Petani kakao diuntung atas pelaksanaan
proyek ini," imbuh bupati.
Baca Juga:
Bantuan Pascabanjir Aceh Singkil Tersendat, Warga Geram Jadup Tertahan dan Rehab Rumah Belum Jalan
Menurut bupati, program LASR sesuai dan
sehaluan visi misi yang digagas pasangan Salim Fakhry dan dr. Heri Al Hilal
saat maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati, diantaranya mendongkrak
perekonomian masyarakat ke taraf yang lebih baik dan berkemajuan.
"Diprediksikan Lebih 80 persen masyarakat
Aceh Tenggara mayoritas menggantungkan hidup dari hasil pertanian dan
perkebunan. Jadi, proyek LASR sangat berarti bagi seluruh masyarakat bumi
Sepakat Segenep," imbuhnya.
Melalui media ini, Bupati berpesan kepada
seluruh masyarakat, terutama kalangan petani agar memanfaatkan lahan- lahan
yang kosong dan lahan tidur untuk pemberdayaan sektor pertanian dengan pola
tanam sesuai teknis yang dibina LASR.
"Hentikan dan berantas penggunaan narkoba,
mari menggiatkan diri untuk bertani. Dalam beberapa tahun terakhir kerap
terjadi pencurian kakao, biang keroknya karena pengaruh narkoba. Saatnya kita
perangi narkoba dan lebih tekun bertani untuk mencapai kemajuan dan kejayaan,"
tutup bupati. ||
Keterangan Foto:
Bupati Aceh Tenggara H. Muhammad Salim
Fakhry,SE, MM saat beraudensi dengan komponen LASR, membahas peningkatan
perekonomian petani Kakao, Jumat (18/4/2025). INFORakyat.co/FANDI.




