"Saat penangkapan, sempat terjadi aksi saling kejar antara tim Angkatan Laut dan kapal berbendera Thailand pada Selasa dini hari, tim berhasil mengamankan kapal tersebut setelah sempat mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali," ujar Pangkoarmada I Laksamana Madya TNI Fauzi.
.BATAM, INFORakyat.co -Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dan kokain seberat 1,9 ton melalui jalur laut di perairan Selat Durian, Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
Dari penangkapan yang diduga gembong narkotika Internasional, TNI-AL turut mengamankan lima Anak Buah Kapal (ABK) atau kru yang berkewarganegaraan Thailand dan Myanmar.
"Lanal Karimun mengamankan sebuah kapal ikan asing berbendera Thailand di Selat Durian, Karimun. Dalam kapal tersebut ditemukan narkotika jenis sabu dan kokain pada Selasa, 13 April 2025 kemarin," kata Pangkoarmada I Laksamana Madya TNI Fauzi dilansir Detik.com, Jumat (16/5/2025).
Diterangkan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Penangkapan kapal ikan asing pengangkut narkoba itu bermula dari informasi intelijen yang diterima TNI AL Lanal Karimun, kemudian didalami untuk menyelidiki lebih lanjut.
"Ketika perjuangan penangkapan dilakukan, sempat terjadi aksi saling kejar antara tim TNI-AL dengan kapal tersebut. Pengejaran terjadi dini hari Selasa, 13 April 2025. Tim berhasil mengamankan kapal nelayan berbendera Thailand itu," ujarnya.
Masih keterangan Pangkoarmada I Laksamana Madya TNI Fauzi, pengejaran kapal itu dengan cara mematikan lampu, personel sempat mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali hingga kapal itu berhasil ringkus.
Dari pemeriksaan yang dilakukan, kapal ikan itu diketahui dan teridentifikasi dengan nama lambung Oeng Toetoe 99. Saat pemeriksaan, petugas TNI AL tidak menemukan kelengkapan alat tangkap ikan maupun hasil tangkapan pada kapal dimaksud.
"Ketika diperiksa tidak ditemukan ikan hasil tangkapan maupun alat untuk menangkap ikan. Kemudian dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan seksama, petugas menemukan sabu serta kokain yang disembunyikan di dalam palka kapal," ucap Pangkoarmada I Fauzi.
Dari hasil perhitungan TNI AL, narkotika yang dimuat dalam kapal dan diamankan itu dibungkus dalam 95 karung. Rinciannya ada 60 karung berisi kokain dan 35 karung berisi sabu.
"35 Karung berwarna Kuning ini berisikan kemasan teh china hijau, dalam satu karung berisikan 20 bungkus dengan berat kurang lebih 700 kilogram. Kemudian, 60 Karung berwarna Putih, berisikan teh China berwarna merah, bungkusan itu merupakan kokain dengan total 1200 bungkus," ujarnya.
Laksamana Madya TNI Fauzi menyebutkan, dari pengungkapan tersebut, pihaknya masih mendalami asal keberangkatan dan tujuan narkoba yang telah ditangkap. Ia juga memastikan bahwa dalam pengungkapan ini belum ditemukan keterlibatan warga Negara Indonesia (WNI).
"Tujuan kapal dari mana dan mau ke mana masih dalam penyelidikan, kami akan kami informasikan kembali. Dari hasil penangkapan itu, tidak ada WNI dalam kapal berbendera Thailand ini," tegasnya.
Baca Juga:
Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, SAI Minta KPK Konsisten Bertindak Tegas Tanpa Pilih Kasih
Terkait tujuan peredaran narkoba yang dibawa masih didalami. "Ini ditemukan di tengah laut dan sedang dalam proses penyelidikan. Setelah kegiatan ini, penyelidikan akan dilanjutkan dan nanti baru kita ketahui tujuan sebenarnya," ucapnya.
Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan TNI AL, tambah Fauzi, kelima kru kapal mengaku mendapat upah sebesar Rp 14 juta jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah.
Dari hasil tes urine, empat orang kru kapal diketahui positif menggunakan narkotika, sementara satu orang negatif.
"Pengakuan sementara mereka mendapat upah kurang lebih sebesar Rp 14 juta. Hasil tes urine menunjukkan empat orang ABK positif sebagai pengguna narkoba, hanya satu orang negatif," beber Fauzi.
Fauzi menerangkan, untuk penanganan lebih lanjut, narkoba seberat 1,9 ton tersebut nantinya akan dilimpahkan ke BNNP Kepri. Pihak BNNP akan melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Pelimpahan barang bukti akan diserahkan ke BNN untuk proses tindak lanjut terhadap narkoba yang ditangkap beserta para tersangka. Semoga dari penyelidikan ini bisa terungkap sejauh mana keterlibatan kru kapal dalam jaringan ini, hingga ke bandar utamanya," tutup Pangkoarmada I Laksamana Madya TNI Fauzi. ||
Sumber: Detik.com




