“Kebakaran lahan pertanian warga mulai terjadi pukul 19.00 WIB, api begitu cepat memberangus tanaman di Gunung Seumali, namun kerja keras masyarakat bersama TNI-Polri api berhasil dipadamkan,” kata Keuchik Sawang II Martunis.
TAPAKTUAN, INFORakyat.co – Terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di pegunungan Seumali, Gampong (desa) Sawang II Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu malam, 25 Juni 2025.
Peristiwa kebakaran lahan pertanian di Gunung Seumali dilaporkan Keuchik Sawang II Martunis ke Polsek, Koramil dan camat Sawang untuk mendapat bantuan pemadaman.
"Pukul 19.30 Wib, Muspika Sawang bersama TNI-Polri serta masyarakat tiba di lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 500 meter pemukiman penduduk, upaya pemadaman dilakukan dalam kegelapan malam dengan menurunkan satu unit armada pemadam Pos 07 Sawang," ungkap Martunis saat diwawancarai INFORakyat.co.
Menurut Kecuchik (Kepala desa), upaya pemadanan juga dilakukan dengan mengerahkan tenaga manual masyarakat bersama personil TNI-Polri menggunakan ranting kayu, pohon pisang dan alat seadanya.
"Alhamdulillah, berkat perjuangan dan kerja keras masyarakat bersama TNI-Polri dan mobil pemadaman BPBD, kobaran api berhasil dipadamkan sekira pukul 22.00 WIB, namun sebagian tanaman warga berupa Palam Kopi, Jengkol dan sebagainya musnah terbakar," ucapnya.

Ia mengatakan, upaya pemadaman turut dihadiri . Camat Sawang Zunawanis, S.STP, M.Ec.Dev, Kapolsek AKP Zikri, SE berserta anggota, Danramil 04/Sawang Setda Cba Dasrimus beserta anggota, Danpos Damkar 07 Sawang Said Salmina beserta 6 personil dan masyarakat gampong Sawang II.
"Atas nama pribadi dan seluruh lapisan masyarakat Sawang II, saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas bantuan yang telah dikerahkan oleh semua pihak, terutama Muspika Sawang, jika tidak digalang kerjasama dan bersusah payah dipastikan kobaran api sulit dipadamkan," imbuh Martunis.
Hasil pendataan sementara, lanjut Keuchik Sawang II, diketahui lahan Perkebunan yang terbakar adalah milik; Miswar, S.Pd (pensiunan), Ali Hasyimi (petani), Hendri (PNS), Tgk Sifa (guru Pengajian) dan Khaidir (tukang)
Pantauan media ini, setelah dilakukan upaya pemadaman, Muspika Sawang masih memantau perkembangan lokasi bekas kebakaran dalam rangka antisipasi api kembali muncul,.
Hingga berita ini dilansir, kobaran api tidak terlihat lagi memantik, namun perlu diwaspadai karena masih dalam kondisi kemarau, ungkap anggota Intelkam Polres Aceh Selatan dan Intel Kodim 0107. ||




