“Perencanaan Jalan Jantho-Lamno sepanjang 60 kilometer dinilai gagal, terlihat dari tanjakan yang terlalu tinggi,” kata Nasruddin Bahar
BANDA ACEH, InfoRakyat.co - Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak Gubernur Aceh H Muzakir Manaf (Mualem) melakukan pengkajiankembali terhadap Pembangunan konstruksi Jalan yang menghubungkan Jantho Kabupaten Aceh Besar dengan Lamno Kabupaten Aceh Jaya.
Disampaikan Koordinator TTI Nasruddin Bahar, proyek tersebut sudah menghabiskan anggaran Ratusan miliar, tetapi sampai hari ini belum dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat.
"Perencanaan Jalan Jantho - Lamno sepanjang 60 Km dinilai produk gagal, alasannya ketinggian bukit terlalu tinggi tanjakannya, tidak dibuat pada kemiringan yang memudahkan para pengendara," ulas Nasruddin Bahar melalui keterangan tertulis kepada InfoRakyat.co, Minggu (16/3/2025).
Menurut TTI, banyak kejadian rem mobil terasa panas dan mengeluarkan asap ketika menurun bukit yang curam, jika tidak berhati hati akan terjadi musibah kecelakaan. "Kondisi ini perlu kami sampaikan demi keselamatan dan kehati-hatian pengendara," imbuhnya.

TTI meeinta Gubernur Aceh Mualem meninjau langsung ke lokasi untuk mengetahui secara jelas kondisi di lapangan. Apakah keluhan masyarakat tersebut benar benar sesuai fakta atau hanya kritikan belaka.
"Informasi kami terima, pada pendakian mobil harus memasukkan Persneling satu (gigi satu), jika tidak jangan harap mampu mendaki. Persoalan lain, tebing bukit tidak dibuat pengaman, baik bangunan batu atau bronjong. Hal itu dikhawatirkan suatu ketika akan terjadi longsor," ungkap Nasruddin Bahar.
Finishing jalan tembus Jantho Aceh Besar rute Lamno Aceh Jaya tinggal beberapa kilometer lagi, meskipun sudah tembus namun kondisi jalan tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat (mobil), kecuali sepeda motor.
"Apakah untuk merampungkan Pembangunan jalan tersebut ada dialokasikan anggaran tahun 2024 atau tidak, kita tunggu saja gebrakan selanjutnya," imbuhnya lagi.
Mempelajari kondisi Pembangunan jalan Jantho-Lamno, TTI mendesak Badan Pemeriksa Keuangan-Republik Indonesia (BPK-RI) melakukan audit penggunaan anggaran pada pekerjaan proyek itu, sehingga keuangan negara tidak terjadi penyimpangan.
"Pekerjaan jalan sangat mudah terjadi penyimpangan, apakah spesifikasi konstruksi jalan tersebut sudah sesuai dengan perencanaan atau tidak, maka diperlukan audit supaya anggaran ratusan miliar tidak sia sia serta berpotensi negara merugi," tutup Nasruddin Bahar.
Hingga berita ini dilansir, media InfoRakyat.co belum berhasil mengkonfirmasi kelanjutan dan kondisi pembangunan jalan Jantho-Lamno, termasuk anggaran finishing. ||




