Ucapan adalah Janji!! Penepuk Air di Dulang, Terpercik Muka atau Wajah Sendiri

author
Sudirman Hamid

20 May 2025 22:14 WIB

Ucapan adalah Janji!! Penepuk Air di Dulang, Terpercik Muka atau Wajah Sendiri
ILUSTRASI: Nasehat Pak Tua.
“Peribahasa, menepuk air di dulang terpercik muka atau wajah sendiri memiliki makna, apa yang kita lakukan akan berdampak kembali kepada diri kita sendiri, baik hal positif maupun negatif, termasuk janji,” kata Pak Tua.

SANGAT sederhana, namun memiliki arti dan makna yang luas, dalam dan tafakur. Peribahasa tersebut bukan bermuatan konsekuensi, tetapi sering menerpa kehidupan umat manusia di dalam mengharungi kehidupan.

"Penepuk air di dulang terpercik muka atau wajah sendiri, maka berhati-hatilah dalam berbuat dan berucap sesuatu, karena suatu ketika akan berdampak kepada diri kita sendiri. Berbuat baik pada-padai, berbuat buruk sekali jangan," ujar Pak Tua salah seorang sesepuh di Aceh Selatan sambil tersenyum kecil saat bertemu RTH Taman Pala Indah Tapaktuan, Selasa sore (20/5/2025).

Seraya meneguk kopi gelas pancungnya, kepada INFORakyat Pak Tua kembali menutur, "orang tidak suka dan membenci seseorang bukan karena dia jahat, tetapi kebahagiaannya membuat orang lain tersakiti, hatinya tidak rela melihat orang lain senang, iri dan dengki bercampur emosi, padahal apa yang dia rasakan belum tentu seperti itu yang diduga banyak orang"

Kondisi Padi, kian bersi kian merunduk. Foto: Istimewa.

Sambil berlalu di kaki sore yang senyap, ia menambahkan pesan yang membuat relung hati terkesima dan menjadi cerminan dari dahaga kesenangan dunia. Karena sesungguhnya manusia akan kembali ke liang lahat.

"Jika kita melakukan tindakan buruk kepada orang lain, maka kita akan merasakan dampak buruknya, sebaliknya, jika kita melakukan tindakan baik, maka kita akan merasakan dampak baik dan pancaran kebahagiaan serta sebuah keberkahan," papar Pak Tua yang dikenal bernama Tgk Muhammad.

Lebih spesifik, Pak Tua itu mengingatkan, setiap perbuatan jahat dan kezaliman akan berakhir dengan fenomena atau pembalasan jahat, maka hindarilah sekecil apapun kejahatan agar kita selamat di dunia dan akhirat.

"Hati-hati dengan ucapan apalagi janji, karena kalau tidak ditepati akan menggerogoti diri sendiri," imbuh Pak Tua hingga kepergiannya dari RTH menghilang di antara pepohonan cemara menderai sampai tubuhnya menjauh dari pelupuk mata. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Religius