Wagub Aceh Luncurkan Aplikasi Digital Trans Koetaradja, Permudah Warga Memantau Secara Real-Time

author
Mutia

04 May 2025 12:45 WIB

Wagub Aceh Luncurkan Aplikasi Digital Trans Koetaradja, Permudah Warga Memantau Secara Real-Time
Plt Sekda Aceh, M. Nasir SIP, MPA, melakukan Peluncuran Layanan Trans Koetaradja digital, di Depo Trans Koetaradja Kompleks Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Minggu, 4/5/2025. INFORakyat/Istimewa.
"Aplikasi digital Real-Time ini dilahirkan Dinas Perhubungan Aceh, bertujuan untuk memudahkan masyarakat menggunakan layanan bus Trans Koetaradja, aman, nyaman serta gratis," kata M.Nasir, S.IP, MPA

BANDA ACEH, INFORakyat.co - Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, luncurkan aplikasi digital Trans Koetaradja dalam perayaan ulang tahun ke-9 layanan transportasi masyarakat di Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh, Minggu, 4/5/2025.

Amatan awak media, prosesi peluncuran ditandai dengan penekanan klakson bus bersama sejumlah pejabat Forkopimda serta Bupati Aceh Besar dan Wali Kota Banda Aceh.

"Trans Koetaradja armada penting dan dibutuhkan masyarakat dalam membangun transportasi publik, nyaman dan aman di Banda Aceh dan Aceh Besar, termasuk kalangan mahasiswa. Terutama bagi pelajar, pedagang kecil, dan penyandang disabilitas," kata Wagub Aceh dalam sambutan yang dibacakan Pejabat Pelaksana tugas (Plt) Sekda Aceh, M. Nasir, SIP, M.PA.

Dijelaskan, aplikasi digital Real-Time ini dilahirkan Dinas Perhubungan Aceh, bertujuan untuk memudahkan masyarakat menggunakan layanan bus Trans Koetaradja.

"Melalui aplikasi ini, pengguna jasa bisa melihat posisi bus secara langsung dan menemukan halte terdekat dari masing-masing lokasi konsumen. Dengan adanya aplikasi ini, perjalanan bisa direncanakan dengan lebih efisien, tidak perlu lama menunggu dan tidak tergesa-gesa," terang M.Nasir.

Mewakili Wakil Gubernur, Plt Sekda Aceh M. Nasir, SIP, MPA luncurkan aplikasi digital Real-Time bua Trans Koetaraja, di Banda Aceh, Minggu (4/5/2025). INFORakyat/Istimewa.

Trans Koetaradja telah terbukti mendukung kelancaran berbagai kegiatan dalam melayani kepentingan public dan event-event besar, termasuk saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut, PKA dan lain-lain. Salah satu faktor, ketepatan waktu dan layanan gratis yang diandalkan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, menyebut aplikasi ini sebagai bagian dari program Quick Win 100 hari pemerintahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wagub Fadhlullah. Aplikasi ini juga sejalan dengan misi pemerintah Aceh dalam mempercepat digitalisasi di berbagai sektor.

"Ini langkah konkret dalam transformasi pelayanan publik. Kami harap semakin banyak warga yang tertarik menggunakan transportasi umum ini," papar Teuku Faisal.

Untuk sementara, aplikasi Trans Koetaradja baru tersedia di Android (Playstore). Namun kedepan, aplikasi ini juga akan dirilis di App Store untuk pengguna iPhone.

Teuku Faisal memastikan bahwa layanan Trans Koetaradja tetap gratis bagi masyarakat Aceh, berkat subsidi dari Pemerintah Aceh melalui dana APBA.

"Semua berubah, kecuali satu yang tetap, Trans Koetaradja masih gratis. Terima kasih kepada Pemerintah Aceh, semoga bisa mengantisipasi kemacetan," imbuhnya.

Sebagai bagian dari inovasi layanan, Dishub Aceh juga menandatangani kerja sama dengan PT Grab Teknologi Indonesia untuk promosi dan kemudahan akses menuju halte bus, termasuk melalui pemberian diskon khusus untuk pengguna layanan Grab.

Sejak beroperasi tahun 2016, Trans Koetaradja terus berkembang pesat. Awalnya hanya tersedia 25 bus dengan satu rute. Kini sudah memiliki sebanyak 59 armada melayani 14 rute di Banda Aceh dan Aceh Besar.

"Panjang jalur yang ditempuh mencapai 184,4 kilometer. Jumlah halte juga bertambah dari 16 menjadi 94 unit yang menyebar di sejumlah titik. Aceh maju, masyarakat terbantu," ulas Teuku Faisal.

Pantauan di lokasi, hadir dalam kegiatan peluncuran aplikasi digital Real-Time, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa"adudin Djamal, Bupati Aceh Besar Syekh Muharram, Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M. Ag serta sejumlah pejabat pemerintahan Aceh berkompeten. II

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : Pemerintahan dan Pembangunan