"Sejak peristiwa pembacokan, kami tidak bisa lagi ke kebun pak bupati, kami khawatir dan cemas saat ke kebun ada pelaku nanti jadi korban, pasalnya sudah hari kelima belum tertangkap,” ungkap tokoh masyarakat.
.KUTACANE, INFORakyat.co- Rasa takut dan cemas menghantui warga pasca tragedi berdarah yang menimpah 6 korban di Desa Uning Sigugur Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara pada Senin, 16 Juni 2025 lalu.
Kekhawatiran dan situasi mencekam penduduk sangat beralasan, pasalnya, hingga hari kelima pelaku pembunuhan sadis itu masih berkeliaran dan belum berhasil diciduk pihak kepolisian.
Menyikapi permasalahan dan keluhan masyarakat yang berada di kawasan tragedi naas dan berdarah itu, Bupati Aceh Tenggara H. Muhammad Salim Fakhri, SE, MM bersama Forkopimda mengunjungi warga untuk memberi support dan memacu semangat, Kamis malam, ba"da Isya,19 Juni 2025.
Pantauan INFORakyat.co di lokasi, kehadiran Bupati HM Salim Fakhry menjadi sosok sandaran ratusan warga, bahkan orang nomor satu di Aceh Tenggara itu mendengar langsung keluh kesah yang disampaikan ratusan penduduk atas ketakutan kalau-kalau si pelaku akan datang dan menyerang warga.

Salah seorang Tokoh Masyarakat menyampaikan aspirasi pasca kejadian berdarah yang menelan 5 korban jiwa meninggal dunia serta satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit umum Sahudin Kutacane.
Ia tidak sungkan menyampaikan kepada bupati, kultur warga yang bergantung hidup sebagai petani, kini lumpuh total, aktivitas terkendala dan terganggu akibat dihantui rasa ketakutan.
"Sejak peristiwa pembacokan, kami tidak bisa lagi ke kebun pak bupati, kami khawatir dan cemas saat ke kebun ada pelaku nanti jadi korban, pasalnya sudah hari kelima belum tertangkap," ungkap perwakilan masyarakat.
Baca Juga:
Bantuan Pascabanjir Aceh Singkil Tersendat, Warga Geram Jadup Tertahan dan Rehab Rumah Belum Jalan
Bupati Aceh Tenggara HM. Salim Fakhry secara pribadi dan atas nama pemerintahan akan bertanggung jawab, permintaan warga akan diakomodir. Katanya, selain memberi bantuan masa panik, dia juga berjanji akan memberi keamanan dan kenyamanan kepada warga dengan membentuk tim penjagaan setiap malam dari pihak TNI dan Polri.
"Pemerintah daerah siap membantu masyarakat, bukan hanya materi tetapi kondisi keamanan dan kenyamanan juga menjadi perhatian pemerintah bersama penegak hukum. Kita akan membentuk tim penjagaan malam yang terdiri dari TNI dan Polri," ungkap bupati saat meninjau situasi warga.
Dalam kunjungannya, Bupati bersama Forkopimda Aceh Tenggara menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya cepat memberi informasi jika melihat dan menemukan orang yang dicurigai sebagai pelaku. Mohon cepat-cepat menghubungi Polsek terdekat.
"Demi keselamatan dan kenyaman penduduk, kami mohon kerjasama dengan baik, jika melihat, menemukan atau mengetahui keberadaan pelaku segera dilaporkan kepada pihak kepolisian dan perangkat desa," ajak bupati. ||




