“Sangat menyedihkan, kepulan debu berterbangan saat kendaraan melintas, musim hujan berkubangan dan becek, masyarakat menderita dan dikhawatirkan akan terserang Ispa, pemerintah harus cepat bertindak”
TAPAKTUAN, INFORakyat.co –Penduduk Kecamatan Kota Bahagia Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh keluhkan kondisi ruas jalan yang belum selesai dibangun, padahal sudah dikerjakan pengerasan, dan hanya tinggal pengaspalan (hotmix), namun sampai Juni 2025 belum kunjung ditindaklanjuti.
Pantauan media, ruas jalan dari Ujung Padang sampai Seuneubok Keranji Kecamatan Kota Bahagia dalam kondisi sudah pemadatan tanah dan kerikil selama dikerjakan tahun 2024 lalu, sayangnya belum kunjung diselesaikan sehingga mengakibatkan debu berterbangan saat musim kemarau dan berkubangan ketika musim hujan.
"Debu berterbangan dan memasuki rumah warga, diduga mengendap di piring nasi dan mencemari lingkungan penduduk. Setiap hari kami menghirup debu, keadaan ini sangat mengganggu kesehatan warga, terlebih anak dibawah umur, dikhawatirkan akan mengalami Inspeksi Saluran Pernapasan (ISPA), batuk dan sesak napas," ujar Muhammad kepada https://inforakyat.co, Minggu, (22/6/2025).
Menurut sumber, selama beberapa bulan terakhir mulai terdampak dugaan negatif, indikasinya anak-anak mulai mengalami batuk dan sesak napas. Ruas jalan itu bukan mensejahterakan rakyat, tetapi mudharat.

"Hendaknya kondisi ini jangan dibiarkan berlarut-larut, masyarakat sudah sangat menderita, ancaman gangguan kesehatan akan terjadi, pemerintah daerah diminta segera mengantisipasi sesegera mungkin," imbuh Muhammad.
Camat Kota Bahagia Muhammad Yusuf, S. IP yang dikonfirmasi melalui saluran telepon genggam membenarkan kondisi ruas jalan menuju pusat kota kecamatan memprihatinkan, tiap detik debu berterbangan hingga bersarang ke rumah-rumah penduduk dan bisa jadi terhirup warga.
Menindaklanjuti persoalan ini, Forum Keuchik Kecamatan Kota Bahagia sudah menyurati Pemerintah Daerah dan Lembaga DPRK, dengan tujuan meminta merampungkan pembangunan jalan dimaksud untuk menyahuti aspirasi masyarakat serta menghindari bahaya kesehatan.
Baca Juga:
Bantuan Pascabanjir Aceh Singkil Tersendat, Warga Geram Jadup Tertahan dan Rehab Rumah Belum Jalan
"Jujur, kondisi ruas jalan sangat membuat warga menderita, kami sudah melayangkan surat kepada pimpinan daerah dan DPRK Aceh Selatan untuk secepatnya diselesaikan Pembangunan ruas jalan demi kelancaran transportasi dan menghindari gangguan kesehatan penduduk," ucap Muhammad Yusuf.
Informasi dihimpun, Surat permohonan penyelesaian Pembangunan jalan Kota Bahagia yang ditujukan kepada Bupati dan DPRK Aceh Selatan bernomor 620/01/2025 tertanggal 21 Mei 2025, ditandatangani 10 Keuchik (kepala desa) serta mengetahui Camat Muhammad Yusuf.
Surat tersebut ditandatangani Keuchik Buket Gadeng (Abdul Majid), Keuchik Seunebok Keranji (Ubaidillah), Rambong (Sabirin), Ujong Gunong Rayeuk (Azikri), Beutong (Salmadi), Jambo Keupok (Istarab, S.Pd), Ujung Gunong Cut (Muhammad Irsyad), Ujung Tanoh (Ibnu Hasyim), Seuneubok Alur Buloh (Baktiar) dan Keuchik Alur Dua Mas Mursalim.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Selatan Saipul Kamal, ST, MT yang ditanyai wartawan mengatakan, pekerjaan pengaspalan jalan di Kota Bahagia belum bisa dilanjutkan oleh pemerintah daerah karena belum ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pada saat ini.
Saipul Kamal menjelaskan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Aceh Selatan butuh beberapa tahapan lagi sebagai persyaratan agar pagu anggaran sisa bisa dimasukkan lagi ke dalam DPA.
"Pelaksanaan pekerjaan ruas jalan Kota Bahagia Tahun Anggaran 2024 menggunakan sumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Jadi, harus memiliki beberapa persyaratan khusus agar dapat di input kembali ke dalam DPA," jawab Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan. ||




