“Saat ini kasus penipuan yang menimpa dan merugikan Kepala Sekolah SDN 20 Banda Aceh itu sedang ditangani Satreskrim Polresta Banda Aceh, kasus ini perlu diwaspadai,” kata Kompol Pol Fadillah.
BANDA ACEH, INFORakyat.co – Tabungan (rekening) Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 20 Banda Aceh terkuras sebanyak Rp 148 juta akibat mengikuti ajakan verifikasi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dari penipu yang mengaku pegawai Pajak.
Kapolresta Banda Aceh melalui Kasat Reskrim Kompol Fadillah Aditya Pratama, membenarkan adanya laporan tentang aksi penipuan yang mengurus tabungan Kepsek SDN 20.
"Benar, kami sedang mendalami kasus penipuan berkedok verifikasi NPWP itu," ujarnya kepada wartawan dikutip INFORakyat.co dari penerbitan BERITAKINI.CO, Rabu, 4 Juni 2025.
Kronologisnya, penipuan itu bermula pada Sabtu, 30 Mei 2025 ketika korban Ramli penduduk Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengatasnamakan petugas kantor Pajak.
"Korban Ramli diminta untuk melakukan verifikasi data terkait pembaruan NPWP. Tanpa curiga korban menuruti arahan pelaku, padahal Ramli sedang menjadi target kejahatan penipuan siber. Tau-tau uang tabungan yang disimpan di bank dikuras dan raib senilai Rp 148.100.000 digasak pelaku," terang Fadillah.
Kejadian ini, tutur Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, menjadi pengalaman buruk dan peringatan keras bagi seluruh masyarakat dimanapun berada, baik bermodus verifikasi NPWP maupun alasan lain yang menjadi jebakan pelaku kejahatan siber.
"Polresta Banda Aceh menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan WhatsApp atau telpon dari pihak yang tidak bertanggung jawab atau oknum yang mengatasnamakan instansi resmi tentang data pribadi maupun transaksi keuangan," himbau Fadillah Aditya Pratama.
Informasi dihimpun INFORakyat.co, berbagai modus penipuan sering dilakoni penipu menggunakan pesan aplikasi WhatsApp dan telepon langsung dengan mengatasnamakan petugas instansi resmi. Hal tersebut juga terjadi di Aceh Selatan.
"Kemarin saya mendapat pesan untuk melakukan verifikasi data Tabungan Pensiunan, mengatasnamakan petugas Taspen. Karena sering mendapat informasi tentang penipuan, saya koordinasi dengan kepala sekolah, ternyata hal semacam itu tidak benar dan modus yang dilakoni penipu untuk menguras tabungan," ungkap salah seorang guru di Samadua, Jumat (6/5/2025).
Kejadian serupa juga menimpa salah seorang warga Tapaktuan, ia mengaku dihubungi seseorang berkedok petugas kantor pajak, karena nadanya seperti mengancam dan akan memblokir NPWP yang diminta untuk verifikasi, akhirnya membuat calon korban sadar seraya memblokir nomor orang tidak dikenal tersebut.
"Saya di WhatsApp berkali-kali, kemudian ditelpon langsung untuk memberi data dengan tujuan verifikasi NPWP, karena curiga dengan caranya yang mengancam akan memblokir NPWP miliknya atas nama Perusahaan, akhirnya nomor bersangkutan saya blokir," beber sumber yang namanya enggan dipublikasi.
Untung tidak dituruti, kalau tidak musibah akan menimpa, karenanya, kita berharap semua pihak tidak terkecoh dengan modus pelaku, baik pembaruan data maupun iming-iming hadiah, tutup sumber di Tapaktuan. ||
Sebagian sumber dikutip dari BERITAKINI.CO




