“Alhamdulillah, penderita DBD sudah mulai sehat dan tinggal pemulihan sambil menunggu diizinkan untuk pulang, mudah-mudahan cepat normal,” kata Suhardi.
SINGKIL, INFORakyat.co - Masyarakat Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh diminta mewaspadai ancaman infeksi virus dengue Demam Berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.
Penyebabnya, salah seorang warga BRR Pulo Sarok, Aceh Singkil terjangkit DBD sempat tumbang dan tidak sadarkan diri, korban terpaksa dirujuk ke RSUZA Banda Aceh beberapa hari yang lalu.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Singkil Provinsi Aceh, saat ini masih menetapkan status endemis penyakit demam berdarah, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini.
"Alhamdulillah hari ini sudah mulai sehat dan tinggal pemulihan sambil menunggu diizinkan untuk pulang, mudah-mudahan anak saya cepat normal," kata Suhardi orang tua korban saat dikonfirmasi INFORakyat lewat percakapan Handphonenya, Kamis (22/5/2025).
Suhardi berharap agar Dinas Kesehatan Aceh Singkil bergerak cepat untuk memberantas penyebaran DBD di Komplek Perumahan BRR agar wabah tersebut tidak menyebar luas.
"Kalau bisa semua rumah di BRR cepat dilakukan fogging, jangan sampai anak-anak yang lain mengalami seperti anak saya. Bayangkan saja, di sepanjang jalan menuju Banda Aceh saya sedih dan menangis melihat kondisi anak yang sudah tidak sadarkan diri," papar Suhardi.
Ia menambahkan, kalau bisa semua rumah di fogging, jangan hanya rumah yang terkena DBD tetapi rumah-rumah dan areal kawasan itu juga diantisipasi dengan fogging," pungkas Suhardi.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil Mursal yang dikonfirmasi mengatakan, sejak Januari hingga memasuki Mei 2025 tercatat sudah mencapai 36 kasus warga terserang dan positif DBD.
Sebanyak 36 kasus tersebut masing-masing tersebar di 6 kecamatan meliputi, Kecamatan Singkil, Singkil Utara, Gunung Meriah, Simpang Kanan, Suro dan Singkohor.
"Petugas sudah melakukan fogging di beberapa titik, termasuk di Komplek BRR Singkil pada Jumat, 16 Mei 2025 kemarin. Kemudian di wilayah Kecamatan Simpang Kanan, Pesantren Babussalam Batu Korong. Desa Pandan sari, Lipat Kajang dan Lae Riman," tegas Mursal.
Kalau di wilayah Kecamatan Gunung Meriah belum dilaksanakan, namun dipastikan dilaksanakan menyusul jadwal berikutnya. Selain dilakukan fogging, pihaknya berharap masyarakat bisa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan langkah 3M, yakni Menguras, Menutup, dan Mengubur.
"Kebersihan lingkungan dan pembuangan sampah secara teratur termasuk bagian dalam mengantisipasi penyebab berkembang biaknya nyamuk berbahaya itu," ulasnya.
Kadinkes Aceh Singkil turut merinci kasus DBD yang terjadi, dari jumlah 36 kasus di Aceh Singkil masing-masing terjadi pada Januari 7 kasus, meliputi 3 kasus Gunung Meriah 4 kasus Singkil Utara.
Bulan Februari 2025 2 kasus, yakni di Kecamatan Singkohor dan Simpang Kanan. Kemudian Maret tercatat 10 kasus meliputi 6 kasus di Gunung Meriah, 1 Simpang Kanan, 1 Singkil Utara, 1 Singkil dan 1 kasus di Kecamatan Suro. Selanjutnya bulan April 6 kasus di Kecamatan Gunung Meriah dan 3 Simpang Kanan.
"Rentang waktu bulan Mei terjadi 3 kasus di Simpang Kanan, 4 Kecamatan Singkil dan 1 kasus di Gunung Meriah. Totalnya sepanjang Januari sampai mei 2025 sebanyak kasus positif 36 DBD," terang Mursal detail.
Sementara untuk pelaksanaan fogging di BRR masih belum dilakukan di seluruh rumah di Komplek BRR, sebab sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), fogging dilaksanakan radius 100 sampai 200 meter dari rumah penderita, dan itu sudah kita laksanakan, terang Mursal. ||
Keterangan foto:
Petugas dari Dinas Kesehatan sedang melakukan fogging di beberapa titik di dalam dan luar rumah di kawasan radius 100 meter rumah korban terjangkit DBD di Komplek BRR Pulo Sarok, Aceh Singkil . INFORakyat/Dokumen Dinkes Aceh Singkil.





