Aceh Tamiang Terparah, 57 Orang Meninggal Dunia, 23 Hilang, 2.262 Rumah Rusak, 262.087 jiwa Mengungsi

author
Redaksi

07 Dec 2025 11:34 WIB

Aceh Tamiang Terparah, 57 Orang Meninggal Dunia, 23 Hilang, 2.262 Rumah Rusak, 262.087 jiwa Mengungsi
Juru bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, saat menyampaikan kondisi terbaru pasca bencana banjir yang menerjang Aceh Tamiang, Sabtu, 6 Desember 2025. Foto: Website Pemerintah Aceh.
“Sebanyak 57 orang meninggal dunia, 23 hilang, 18 jiwa luka-luka, kemudian 262.087 jiwa mengungsi, sementara 36.838 jiwa lainnya terdampak tetapi tidak mengungsi di 12 kecamatan di Aceh Tamiang,” ungkap Jubir Posko Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin.

KUALA SIMPANG | inforakyat.coJuru Biacara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, melaporkan situasi dan kondisi pasca bencana banjir yang menerjang Aceh Tamiang. Data sementara, tercatat jumlah korban dan kerusakan fasilitas umum di kabupaten perbatasan Aceh-Sumatera Utara tersebut.

Data terbaru dikeluarkan Posko Komando Pemerintah Aceh, Sabtu, 6 Desember 2025 atau hari ke 12 bencana banjir dan longsor yang menerjang sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Juru bicara (Jubir) Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengatakan situasi di lapangan masih sangat dinamis.

"Sesuai laporan dan catatan terbaru, sebanyak 57 orang dilaporkan meninggal dunia dan 23 lainnya masih hilang. Selain itu, 18 warga mengalami luka-luka akibat banjir yang menerjang 12 kecamatan, atau seluruh kecamatan di Aceh Tamiang," ujar Murthalamuddin, dikutip inforakyat.co dari laman Pemerintah Aceh.

Sementara itu, sebanyak 262.087 jiwa mengungsi, dan 36.838 jiwa lainnya terdampak namun tidak mengungsi. ada 2.262 rumah rusak, terdiri 780 unit rusak berat dan 35 unit rusak sedang.

Kemudian, 54 fasilitas pendidikan rusak, ditambah 3 unit rusak berat. Sarana kesehatan ikut terdampak, 1 unit rusak, sementara data kerusakan berat masih belum masuk.

"Kerusakan juga terjadi pada sarana ibadah, sebanyak 33 unit rusak dan 2 unit rusak berat. Sarana perkantoran yang terdampak mencapai 32 unit, dan 1 unit mengalami rusak berat. Infrastruktur transportasi lumpuh, 2 jembatan rusak dan 1 jembatan putus total," papar Murthalamuddin.

Menurut dia, korban meninggal dunia bertambah dibanding laporan sebelumnya. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap warga yang dinyatakan hilang, mendata secara akurat kerusakan fasilitas.

"Pendataan masih sulit dilakukan karena akses ke beberapa lokasi masih terputus (terisolasi), akibat jembatan yang hanyut dan longsor," ujarnya.

Petugas gabungan, relawan, TNI/Polri, dan BPBD masih bekerja di berbagai titik, terutama di kecamatan yang aksesnya masih sulit ditembus. Pemerintah Aceh mengimbau warga tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan, harap tenang dan jangan panik, bantuan terus diupayakan, tandasnya. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : News, Daerah, Bencana, Pemerintah, Bantuan, Banjir, KORBAN