“Dari data yang dipetik di lapangan oleh petugas Sensus Ekonomi inilah pemerintah mengetahui perkembangan usaha, kondisi UMKM, penyerapan tenaga kerja, serta potensi ekonomi yang dimiliki setiap wilayah, maka butuh keakuratan sehingga masyarakat tidak dirugikan,
TAPAKTUAN | INFORakyat.co - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mencanangkan dan melepas petugas 238 petugas sensus ekonomi tahun 2026 di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Senin, 15 Juni 2026.
Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis untuk memperoleh data akurat terhadap perkembangan dan kondisi serta potensi perekonomian daerah secara menyeluruh.
"Dari data yang dipetik di lapanganoleh petugas Sensus Ekonomi inilah pemerintah mengetahui perkembangan usaha, kondisi UMKM, penyerapan tenaga kerja, serta potensi ekonomi yang dimiliki setiap wilayah, maka butuh keakuratan sehingga masyarakat tidak dirugikan," kata H. Baital Mukadis. SE dalam sambutannya.
Ia menekankan pentingnya menghasilkan data yang berkualitas, akurat dan benar karena akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan bagi pemerintah daerah dan pusat.
"Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik. Sebaliknya, jika data yang tersedia kurang akurat atau asal-asalan, maka kebijakan yang diambil juga tidak akan tepat sasaran. Kinerja petugas Sensus Ekonomi benar-benar harus profesional," ujarnya.
Baital Mukadis, hasil Sensus Ekonomi akan menjadi bahan penting bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam menyusun program pembangunan yang lebih terarah, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, sehingga dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Baital Mukadis menyebut, langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Aceh Selatan yang maju, produktif, dan madani.
"Saudara adalah petugas-petugas pilihan yang telah melalui proses seleksi dan pelatihan. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan integritas. Catat kondisi yang sebenarnya di lapangan, karena kualitas data yang saudara kumpulkan akan menentukan nasib masyarakat dan kualitas perencanaan pembangunan daerah maupun nasional," tegasnya.
Baca Juga:
Bupati Haili Yoga Ingatkan Petugas Sensus Ekonomi, Data jangan Sampai salah Warga Dirugikan
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menyampaikan apresiasi kepada BPS Aceh Selatan beserta seluruh jajaran yang telah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Semenatara itu, Kepala BPS Aceh Selatan, Kusni Rohani Rumahorbo, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali pada tahun yang berakhiran angka enam.
Menurutnya, SE2026 bertujuan menyediakan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpercaya sebagai dasar penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan, hingga evaluasi pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Sensus Ekonomi menjadi instrumen penting untuk memotret struktur perekonomian menurut skala usaha, wilayah, dan klasifikasi usaha.
Pembaruan data ini sangat diperlukan mengingat dinamika ekonomi dan perkembangan teknologi informasi yang terus berubah dalam kurun waktu sepuluh tahun," ujarnya.
"Pendataan di lapangan melalui metode door to door, dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, BPS Aceh Selatan menerjunkan 238 petugas, yang terdiri atas 205 Petugas Lapangan Sensus (PPL) dan 33 Pemeriksa Lapangan Sensus (PML) yang tersebar di seluruh kecamatan.
Pencanangan dan pelepasan petugas Sensus Ekonomi dihadiriKetua DPRK Aceh Selatan, Wakapolres Aceh Selatan, Danramil 01/Tapaktuan, Kepala BPS Aceh Selatan beserta jajaran, para kepala SKPK, para camat se-Aceh Selatan. ||






