Cetak 100 Hafiz Quran, DSI Abdya Uji Kompetensi Penerima Bantuan Beasiswa Tahfidz Rp 2 juta per Bulan

author
Sudirman Hamid

1 Jam yang Lalu

Cetak 100 Hafiz Quran, DSI Abdya Uji Kompetensi Penerima Bantuan Beasiswa Tahfidz Rp 2 juta per Bulan
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Abdya, H. Muhammad Rasyid, S.Ag. INFORakyat.co/Foto: Pribadi.
“Mencetak generasi Qur'ani di bumi produsen Breuh Sigupai, pemerintah Abdya dibawah kepemimpinan bapak Safaruddin dan Zaman Akli menggelontorkan program beasiswa Tahfidz sebesar Rp 2 per bulan,” kata Kepala Dinas Syariat Islam, H. Muhammad Rasyid, S.Ag.

BLANGPIDIE | INFORakyat.co – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) terus berusaha menciptakan generasi penghafal Al quran dalam program pendidikan Tahfiz.

Menjaring bakat dan kompetensi hafalan Al Quran, DSI Abdya melaksanakan evaluasi dan menguji konsistensi bagi calon penerima tahfidz di Lantai I  Masjid Agung Baitul Ghafur, Gampong (desa) Seunaloh, Blangpidie, Rabu, 01 Juli 2026.

Kegiatan tersebut disampaikan Kepala DSI Abdya, H. Muhammad Rasyid, S.Ag kepada INFORakyat.co memlalui pesan WhatsApp (WA). Katanya, evaluasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen penting untuk mengawal kualitas para penghafal Al-Qur'an, sehingga akan lahir hafiz dan hafizah berkualitas.

Target pemerintah Abdya, tutur Muhammad Rasyid, merekrut 100 hafiz dan hafizah andalan selama satu periode pemerintahan atau kurun waktu lima tahun berjalan.

Pemerintah daerah sangat konsisten dan berkomitmen menggelontorkan dana insentif bagi para peserta yang lolos.

Untuk tahun 2026 atau tahap awal, kuota penerima beasiswa tahfidz sebanyak 20 orang. Masing-masing hafiz dan hafizah menerima bantuan beasiswa Rp2.050.000 per bulan.

"Jadi, selama lima tahun kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, insya Allah akan lahir 100 hafiz dan hafizah baru yang dicetak dan dibiayai penuh melalui program strategis dan religius," ungkap Muhammad Rasyid.

Ia menyebutkan, pendaftaran calon penerima bantuan beasiswa Hafiz dibuka pada 23 Februari sampai 7 Maret 2026 lalu. Jumlah pendaftar awal sebanyak 60 hafiz dan hafizah. Setelah dilakukan seleksi uji kemampuan, terpilih 20 peserta terbaik.

Menurut Kadis DSI Abdya, dalam tahapan seleksi petugas bekerja secara ketat, selektif, profesional dan benar-benar mengutamakan kualitas demi kesuksesan para Tahfiz, serta tidak ada intervensi dari pihak manapun.

Tim penguji mengantongi Surat Keputusan yang diterbitkan Bupati Abdya, yakni Ustaz Taufik, Lc dan Ustadz Ruslan. Peserta Hafiz akan dievaluasi setiap enam bulan sekali dan dimonitoring secara rutin setiap bulan.

"Menciptakan jalan kebenaran di sektor keagamaan, tidak boleh main-main. Ini merupakan amanah pimpinan untuk melahirkan hafiz dan hafizah yang berdaya guna, dengan progres hafalan a sampai 25 juz. Indikator penilaian diselaraskan rekomendasi tempat Tahfidz belajar," tegasnya.

Ternyata program yang diprakarsai bapak Bupati dan Wakil bupati ini terbukti ampuh dan mendorong peningkatan tahfiz secara signifikan. Buktinya, seleksi awal, rata-rata peserta menguasai hafalan 20 juz.

Namun, setelah mendapatkan pembinaan dan bantuan beasiswa, kemampuan hafalan santri dan santriwati melonjak pesat. Dipelajari dari keinginan anak-anak dan orang tua, dalam lima tahun ke depan akan tampil 100 hafiz di Abdya.

"Dari pengalaman itu, DSI mengenjot evaluasi dan monitoring secara rutin. Kita menargetkan anak didik mampu menghafal Quran lebih dari 25 juz. Ini merupakan kerja keras yang diinstruksikan pimpinan," sergahnya. ||

Tags terkait :