"Memperingati HUT ke -21 LSM Lira Indonesia beriringan HUT 52 Aceh Tenggara dan bertepatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 hijriah, lembaga itu melaksanakan sunat massal gratis terhadap 51 anak kurang mampu di Aceh Tenggara"
KUTACANE | INFORakyat.co - Hari Ulang Tahun (HUT) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat Indonesia (Lira) ke-21 serta memperingati hari jadi Kabupaten Aceh Tenggara ke-52, diselenggarakan khitan massal gratis terhadap 51 anak kurang mampu, perhelatan berlangsung di Gedung Olahraga pada Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam agenda sunat massal tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhri serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik sebagai donatur hingga menjadi tamu undangan.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LSM Lira, Fazriansyah, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-21 tahun hadirnya Lira di tengah masyarakat serta beriringan dengan HUT ke-52 Kabupaten Aceh Tenggara dan bertepatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H/2026 Masehi.
"Sunat masal ini dilaksanakan dengan target anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun kita laksanakan tanpa mengurangi budaya yang ada di tanah Alas ini. Semoga kita semua mendapat hidayah dari Yang Maha Kuasa," ungkap Fazriansyah.
Sebelum dilaksanakan acara penyunatan, peserta terlebih dahulu di dikenakan pakaian adat, dinaikan kuda sebagai tradisi suku Alas, serta peusijuk (tepung tawar).
"Pelaksanaan khitan massal ini direncanakan dengan matang sampai saat ini sudah 51 peserta yang sukarela menghantar anak-anak mereka untuk mengikuti khita massal," paparnya.
Kegiatan bertajuk bakti sosial kesehatan ini, tidak terlepas dari saran, pendapat serta dukungan pengurus LSM Lira, termasuk sumbangsih dan bantuan dari para donatur.
"LSM Lira terus bekerjasama dan membangun kepercayaan publik, semoga kedepan dapat menjadi agenda tahunan organisasi terhadap pelaksanaan khitan massal," ucap Fazriansyah.
Harapan LIRA, tambah Fazriansyah, hendaknya kegiatan ini dapat berjalan menjadi agenda tahunan dalam program kerja jangka panjang.
"Jika tidak keberatan, semoga pemerintah daerah dapat membantu sepenuhnya supaya anak-anak yang kurang mampu di Aceh Tenggara dapat terbantu dengan adanya kesempatan khitan massal di masa yang akan datang," tutup Fazriansyah. ||







