“Kepala KSOP Meulaboh menyerahkan 56 kartu E-Pas Kecil kepada pemilik kapal nelayan disertai pengukuran, pemeriksaan administrasi, serta penerbitan kartu identitas”
NAGAN RAYA, inforakyat.co – Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Meulaboh, Kapten Tri Harnanto SH, M. Mar menyebutkan masih terdapat sejumlah kartu yang belum dapat dicetak karena persyaratan administrasi belum lengkap, di antaranya foto kapal belum dikirim kepada petugas.
"Hari ini kita serahkan 56 kartu E-Pas Kecil kepada pemilik kapal nelayan, penyerahan disertai pengukuran, pemeriksaan administrasi, serta penerbitan kartu identitas Kapal," ujar Tri Harnanto SH, M. Mar kepada awak media, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, sistem pengajuan tanda daftar keabsahan kapal berbasis atau melalui online, dapat mempermudah pemilik kapal di bawah 7 Gross Tonase (GT) mendapatkan Electronic Power Assisted Steering (E-PAS) Kecil.
Baca Juga:
Simpatisan dan Pendukung sempat "Meradang", Abu Heri minta Sabar dan Dewasa menyikapi Kehendak Allah
"Dokumen dimaksud hanya dapat diterbitkan jika seluruh syarat dipenuhi pemilik kapal," tegasnya.
Ia menyampaikan, KSOP merupakan unit kerja Kementerian Perhubungan RI yang memiliki dua fungsi utama, yakni Fungsi kesyahbandaran meliputi keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk pemeriksaan kelayakan kapal.
Baca Juga:
Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral, Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis EPSS
Sementara fungsi otoritas pelabuhan mencakup pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan. E-Pas Kecil merupakan kartu identitas elektronik resmi bagi kapal berukuran kecil (umumnya di bawah 7 GT).
Dokumen ini menjadi bukti legalitas kapal, memudahkan pengawasan, serta mendukung keselamatan pelayaran di perairan. Sistem berbasis online juga mencegah pemalsuan dan menertibkan data administrasi kapal.
Kapten Tri Harnanto menegaskan pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan yang aman dan lancar. "Keselamatan dan perlindungan maritim adalah prioritas. Kami akan bekerja maksimal, terlebih menghadapi kondisi cuaca yang sering berubah," paparnya.
Sementara itu, Panglima Laut Yusman mengingatkan nelayan agar selalu berhati-hati saat turun melaut, terlebih ketika cuaca buruk.
"Pesan saya, jangan melaut jika tidak siap kembali ke tepian. Maksudnya, utamakan keselamatan, jangan memberanikan diri saat cuaca ekstrem dan gelombang tingg," imbau Yusman kepada pemilik kapal.
Baca Juga:
Ada apa!! Sejumlah Kepsek SMA dan SMK di Aceh Tenggara diduga Dipanggil Penyidik Polda Aceh
Anggota DPRK Nagan Raya, Cut Man, SE, juga hadir bersama panglima laut dan keuchik. Ia menyampaikan apresiasi atas pelayanan KSOP Meulaboh, terutama untuk masyarakat pesisir desa Kuala Tadu dan Kuala Tuha.
"Program ini penting untuk dilanjutkan demi ketertiban administrasi kapal di desa-desa pesisir, pihak KSOP telah mempermudah nelayan atau pemilik kapal untuk memiliki administrasi legalitas. manfaatkan peluang dan kemudahan yang diberikan pemerintah," tandasnya. ||





