“Kolaborasi multipihak seperti ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian pangan daerah. Ini panen Bawang Merah perdana di Aceh Singkil,” kata Musa.
ACEH SINGKIL | INFORakyat.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil begandeng sejumlah organisasi non pemerintah atau Non-Governmental Organization(NGO)melaksanakan panen perdana bawang merah berbasis benih biji atau True Shallot Seed (TSS) di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah.
Kegiatan berlangsung kemarin kasi panen perdana itu berlangsung kemarin, Jumat, 08 Mei 2026. Program itu disebut menjadi terobosan baru dalam pengembangan hortikultura di daerah tersebut dalam mendukung ketahanan pangan.
Panen dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan Swisscontact, Earthworm Foundation, dan YBTS Panah Merah. Program budidaya juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Unggul Mulyo sebagai pelaksana di lapangan.
Baca Juga:
Perhitungan BPK RI, Belanja Suku Cadang DLH Bener Meriah Kelebihan Bayar dan tidak sesuai ketentuan
Metode TSS menggunakan benih berbentuk biji, berbeda dengan pola konvensional yang memakai umbi, ungkap salah seorang yang terlibat dalam budidaya bawang merah di Aceh Singkil, Sabtu, 09 Mei 2026.
Sistem ini, menurut sumber, dinilai lebih efisien karena kebutuhan benih lebih sedikit serta memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap penyakit tanaman.
Pemerintah daerah menyebut hasil panen perdana menunjukkan potensi pengembangan bawang merah di Aceh Singkil cukup menjanjikan.
Pendampingan teknis dari penyuluh dan NGO mitra pembangunan dinilai menjadi salah satu faktor keberhasilan budidaya tersebut.
KWT Unggul Mulyo menjalankan proses penanaman hingga panen. Keterlibatan kelompok perempuan itu dinilai menunjukkan peran perempuan dalam mendukung produktivitas pertanian dan penguatan ekonomi keluarga.
Baca Juga:
Gelombang Mutasi masih Terbuka Lebar, Bupati Mirwan MS Segera Gelar Uji Kompetensi JPT Pratama
Selain di Kecamatan Gunung Meriah, budidaya bawang merah berbasis TSS juga mulai dikembangkan di Kecamatan Singkohor. Saat ini lahan di wilayah tersebut masih dalam tahap pemeliharaan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menyatakan pengembangan komoditas hortikultura itu diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan bawang merah dari luar daerah.
"Kolaborasi multipihak seperti ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian pangan daerah," kata Musa unsur pe pemerintah daerah.
Pemerintah daerah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program tersebut, mulai dari tahap persiapan hingga pasca-panen.
Dengan hasil panen perdana itu, pengembangan bawang merah ditargetkan dapat diperluas ke wilayah lain di Aceh Singkil.||.




