Mendagri: Diterjang Banjir, 17 Gampong Lenyap di Aceh, Total 25 Desa di Sumatera

author
Redaksi

10 Jan 2026 11:13 WIB

Mendagri: Diterjang Banjir, 17 Gampong Lenyap di Aceh, Total 25 Desa di Sumatera
Kondisi Gampong (desa) di Kabupaten Aceh Timur, Aceh pasca dilanda banjir bandang. Foto: Istimewa.
“Pendataan terbaru, pasca bencana banjir dan tanah longsor terdapat penambahan desa yang lenyap (hancur) di Aceh, awalnya 13 desa menjadi 17,” kata Mendagri Tito Karnavian.

JAKARTA | inforakyat.co – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, sekaligus Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian menyatakan, pihaknya mendapat laporan 25 desa hilang dalam peristiwa banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatera, pada akhir November 2025 lalu.

Awalnya Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah memberi informasi bahwa tidak ada desa yang hilang di provinsi tersebut.

Namun, Mendagri mengaku akan melakukan pengecekan ulang untuk memastikan jumlah desa yang "hilang" atau hancur akibat bencana alam.

Tito menyebut, awalnya data yang dimiliki pemerintah menunjukkan 22 desa yang lenyap dalam bencana. Kemudian masuk lagi laporan.

"Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah juga menyampaikan penambahan gampong (desa) yang hilang akibat banjir. Data terbaru, dari 13 menjadi 17 desa hilang di Aceh," ujar Tito Karnavian dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026 dikutip Kompas.com, Sabtu, 10 Januari 2026.

Tito menyebutkan, per hari ini ada 25 kira-kira hilang, tetapi kita akan cross check lagi nantinya. Kemudian paralel semua tetap memberikan perhatian untuk membangktikan atau menghidupkan indikator-indikator pemulihan suatu keadaan pascabencana," ujarnya.

Menurut Mendagri, warga di desa yang lenyap akan direlokasi ke tempat lain, agar lebih aman. Jika warga tidak ingin direlokasi, pemerintah akan menawarkan opsi pindah ke lokasi yang dipilih sendiri.

"Pemerintah terus mengupayakan perbaikan infrastruktur di tiga provinsi terdampak, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat," jelasnya lagi.

Berdasarkan data Kementerian PU kondisi di Aceh, tinggal satu jalan nasional yang belum terhubung, yakni antara Blangkejeren-Kutacane.

"Sementara jalan nasional yang lain di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara sudah terhubung, sehingga memudahkan mobilitas orang atau barang, termasuk dukungan-dukungan pendistribusian dan pemulihan," pungkasnya. ||

Tags terkait :

Editor : Redaksi

Kanal : News, Daerah, Bencana, Pemerintahan dan Pembangunan, Banjir